Berita

BEM USWIM Tolak Nama Mahasiswa Dicatut dalam Pemberitaan BMP

4
BEM Uswim Nabire dalam pernyataan sikapnya. Selasa (27/10/2026), – Dok Untuk Kalawai.

“Ketua BEM USWIM Nabire, Fredison Adii, melalui pernyataan sikap meminta klarifikasi atas pemberitaan yang mengatasnamakan mahasiswa USWIM terkait kegiatan Barisan Merah Putih bersama komunitas Gen Z. BEM menegaskan pentingnya menghormati independensi organisasi kemahasiswaan dan kebebasan akademik”

Nabire, Kalawaibumiofi |   Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire mempersoalkan penggunaan nama mahasiswa dalam pemberitaan mengenai kegiatan Barisan Merah Putih (BMP) bersama komunitas Gen Z pada 23 Oktober 2026.

Melalui pernyataan sikap tertanggal 27 Oktober 2026, Ketua BEM USWIM Nabire, Fredison Adii, dan organisasi yang dipimpinnya meminta klarifikasi atas pemberitaan yang menyebut mahasiswa USWIM mengapresiasi kegiatan tersebut. BEM menilai penggunaan nama mahasiswa perlu disertai kejelasan mengenai pihak yang memberikan pernyataan dan kewenangannya mewakili mahasiswa.

“Segera klarifikasi pernyataan yang mengatasnamakan mahasiswa/i USWIM. Jika tidak, kami akan mengambil langkah untuk proses lebih lanjut,” demikian bunyi tuntutan yang dibacakan Fredison Adii.

Ia juga meminta lembaga eksternal kampus tidak membawa nama mahasiswa USWIM dalam kegiatan atau pernyataan publik tanpa sepengetahuan organisasi kemahasiswaan.

“Stop lembaga-lembaga formal dari eksternal kampus yang mengatasnamakan mahasiswa/i USWIM tanpa sepengetahuan organisasi kemahasiswaan atau BEM,” ungkapnya.

Bagi BEM USWIM, persoalan ini bukan hanya menyangkut pemberitaan, tetapi juga menyangkut independensi mahasiswa dalam menentukan sikap terhadap isu sosial, lingkungan, politik, dan kebudayaan di Papua.

Fredison menegaskan bahwa perguruan tinggi harus menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemikiran kritis. Karena itu, keterlibatan pihak luar dalam kegiatan yang membawa nama mahasiswa perlu menghormati mekanisme organisasi kemahasiswaan.

“Jangan memainkan progres mahasiswa dengan dalil Barisan Merah Putih, karena perguruan tinggi adalah ruang ilmu, ruang inovasi mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pengembangan,” tegasnya.

BEM USWIM mengajukan tiga tuntutan, yakni meminta klarifikasi atas pemberitaan yang mengatasnamakan mahasiswa, menghentikan penggunaan nama mahasiswa tanpa sepengetahuan organisasi kemahasiswaan, serta menghormati ruang gerak dan independensi mahasiswa di lingkungan kampus.

BEM menyatakan akan menempuh langkah lebih lanjut apabila tuntutan klarifikasi tidak dipenuhi. Namun, bentuk langkah lanjutan tersebut belum dirinci dalam dokumen pernyataan sikap yang diterima.

Persoalan ini sedikit menghangat gegara dikabarkan oleh salah satu online di Nabire, bahwa mahasiswa Uswim Nabire mendukung kegiatan gen Z dan BMP.

Namun hingga berita ini disusun, tanggapan dari pihak terkait mengenai duduk persoalan yang sebenarnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version