Tanah Papua

BGN Nabire Akan Tindak Tegas Dapur SPPG Siriwini 001 Akibat Langgar SOP

24
Satgas MBG Nabire ketika melihat langsung mobil supplier SPPG 001 Siriwini yang kotor bekas (Kecap) kata Mitra Dapur Tersebut. Sabtu (28/3/2026), – Kalawai/Alvi.

Nabire, Kalawaibumiofi. |  Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siriwini 001. Tindakan ini akan diambil lantaran dapur tersebut dinilai melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kami akan mengambil Tindakan tegas,” kata Marsel di Nabire, Minggu (29/3/2026).

Meski klarifikasi telah disampaikan oleh mitra dapur (bukan oleh Kepala SPPG yang saat ini berada di Makassar untuk menjalani perawatan rawat jalan), kasus tersebut tetap akan ditindaklanjuti sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) melalui rapat evaluasi bersama BGN Nabire dan Satgas MBG Nabire.

Menurutnya, Dapur tersebut berada di bawah naungan Yayasan DDI Bukit Cenderawasih Nabire yang dipimpin oleh Ibu Darna Damis, beralamat di Jalan Frans Kaisepo RT 004/RW 000, Kelurahan Siriwini, Kecamatan Nabire, Provinsi Papua Tengah.

“Keputusan apakah dapur tersebut akan tetap beroperasi atau tidak akan ditentukan dalam rapat evaluasi. Setelah itu, kami akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil rapat internal tersebut,” tuturnya.

Marsel juga menyoroti dampak kelalaian tersebut yang mengakibatkan siswa SD Inpres Siriwini tidak menerima paket makanan khusus Ramadhan pasca libur. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran dan pelayanan dapur.

“Jika terbukti melanggar prosedur, saya akan membuat laporan khusus dan menutup Dapur SPPG Siriwini 001, seperti yang terjadi pada Siriwini 02. Seluruh SPPG di Nabire berada di bawah kendali kami dan harus tegak lurus pada aturan,” tegas Marsel Asyerem.

Satgas MBG Nabire saat peninjauan Di Dapur SPPG Siriwini 001, jalan Frans Kaisiepo Sabtu. (28/3/2026), – Kalawai/Alvi.

Ia menambahkan bahwa program ini merupakan program nasional Presiden Prabowo, sehingga seluruh pihak yang terlibat harus berhati-hati dalam menjalankan tanggung jawab Program MBG di Kabupaten Nabire.

“Jika ada dapur bermasalah, maka BGN dan Satgas yang akan ikut terdampak. Jangan sampai Dapur SPPG Siriwini 001 menerima sanksi seperti Dapur Kampung Lany Distrik Makimi dan Dapur Siriwini 002 Mamakita yang telah kami tindak tegas dengan penutupan sementara,” pungkasnya.

Wakil Ketua Satgas MBG Nabire, Yasor Victor Sawo menambahkan, saat peninjauan oleh Satgas MBG Nabire ke Dapur SPPG Siriwini 001, terdapat sejumlah temuan. Pertama, Kepala SPPG tidak berada di tempat, mitra juga tidak ada, dan hanya empat orang karyawan yang menjaga dapur (tiga perempuan dan satu laki-laki).

Kedua, mobil pemasok (supplier) SPPG Siriwini 001 dalam kondisi kotor dengan sisa yang tampak seperti darah (belum dapat dipastikan berasal dari daging ayam, ikan, atau sapi) karena tidak dibersihkan setelah digunakan.

“Kondisi ini berbahaya karena dapat menimbulkan kontaminasi terhadap bahan pangan lainnya, sehingga berisiko bagi penerima manfaat,” ujar Victor Sawo.

“Ini menjadi himbauan bagi seluruh dapur SPPG di Nabire agar tidak menyalahgunakan mobil box dan wajib membersihkannya setiap selesai digunakan tanpa alasan apa pun.” Imbuhnya.

Sementara itu, Ibu Darna Damis selaku mitra Dapur SPPG Siriwini 001 dalam klarifikasinya kepada awak media melalui pesan suara (VN) pada Sabtu malam (28/3) menyampaikan bahwa kotoran di dalam mobil supplier bukanlah darah, melainkan sisa kecap. Menurutnya, karyawan sebelumnya makan rujak di atas mobil tersebut.

“Mereka sebenarnya ingin mencuci mobil, namun dilarang karena dikhawatirkan air cucian akan merambat ke halaman dapur. Rencananya mobil akan dicuci di depan pagar masuk dapur. Selain itu, mobil box juga tidak diperbolehkan dicuci di tempat pencucian umum karena khawatir adanya sabotase,” jelas Darna.

Ia juga menambahkan bahwa telah mengkonfirmasi langsung kepada Satgas MBG dan Korwil BGN Nabire terkait video mobil supplier yang sempat direkam oleh awak media saat mengikuti sidak di beberapa dapur SPPG di Nabire. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version