Berita

BMKG: El‑Niño Kuat dan 653 Titik Panas Terpantau di Papua Tengah, Nabire Paling Banyak

8
Data BMKG Per 22 Agustus 2026

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Douw Aturure Nabire merilis laporan resmi per 22 Agustus 2026: kondisi El‑Niño berstatus KUAT sedang melanda dan diprediksi makin berpengaruh hingga akhir tahun, disertai pemantauan yang mencatat total 653 titik panas (hotspot) tersebar di seluruh wilayah Provinsi Papua Tengah, dengan Kabupaten Nabire menduduki jumlah terbanyak.

Berdasarkan data indeks iklim, tercatat nilai Southern Oscillation Index (SOI) mencapai ‑20,3 serta Indeks Nino 3.4 sebesar +2,3 — angka yang secara tegas menunjukkan fenomena El‑Niño yang kuat. Fenomena ini mulai terasa dampaknya sejak periode Mei‑Juni dan diperkirakan puncaknya berjalan beriringan dengan musim kemarau pada Agustus hingga September 2026, lalu masih akan terus menguat sampai menjelang akhir tahun.

“Dampak nyata yang sudah dan akan terus dirasakan: berkurangnya curah hujan secara nyata, bertambahnya hari‑hari tanpa hujan, cadangan air berkurang di sungai maupun mata air, suhu udara makin tinggi di siang hari serta tanah dan tutupan lahan menjadi makin kering — semuanya menaikkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tertulis dalam dokumen resmi yang ditandatangani Kepala Stasiun BMKG Nabire, Vic Casey D. Wiai.

Bersamaan dengan pemantauan iklim, BMKG juga merilis data persebaran titik panas hasil pantauan satelit Aqua, Terra, SNPP dan NOAA‑20 per tanggal 21 Agustus serta rekapitulasi per kabupaten pukul 09.00 WIT. Secara keseluruhan terpantau 128 titik berkepercayaan rendah, 493 sedang dan 32 berkepercayaan tinggi — yang berarti kemungkinan besar sudah ada api yang menyala dan butuh penanganan segera, berjumlah keseluruhan 653 titik panas.

Kabupaten Nabire menjadi wilayah dengan catatan terbanyak: mencapai 321 titik (80 rendah, 231 sedang, 10 tinggi), titik‑titik ini menyebar luas mulai dari distrik Nabire, Nabire Barat, Dipa, Siriwo, Wanggar, Yaro hingga Yaur dan terpantau terus menerus bahkan hingga pukul 22.50 malam. Berikut urutan selanjutnya: Kabupaten Puncak 100 titik, Dogiyai 97, Paniai 59, Intan Jaya 56, Puncak Jaya 10, Deiyai 9 — sementara Mimika relatif paling aman dengan hanya satu titik panas saja yang tercatat.

Titik‑titik berkepercayaan tinggi yang terdeteksi di berbagai distrik di antaranya Kamu dan segenap wilayahnya di Dogiyai, Biandoga serta wilayah lain di Intan Jaya, Wanggar dan Yaur di Nabire maupun Bogabaida di Paniai — banyak yang mencapai tingkat kepercayaan angka 8 hingga 9, yang berarti kemungkinan besar merupakan api yang benar‑benar menyala di lapangan.

Merespons gabungan kondisi kemarau panjang, El‑Niño kuat serta ribuan titik panas yang terus bermunculan, BMKG Nabire secara resmi menghimbau seluruh lapisan masyarakat maupun instansi pemerintah agar meningkatkan kesiapsiagaan secara nyata.

“Masyarakat sangat kami minta untuk sama‑sekali tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan, apalagi untuk membuka kebun atau membersihkan semak belukar — terlebih di kawasan gambut, hutan maupun daerah yang sudah sangat kering. Jika melihat asap, bau terbakar atau menemukan titik api, segera laporkan ke pihak berwenang agar bisa segera dipadamkan sebelum meluas,” bunyi imbauan resmi tersebut.

Kepada pemerintah daerah serta instansi terkait diminta agar memperkuat patroli gabungan, melakukan pengawasan ketat terhadap pembukaan lahan baru, memperbanyak sosialisasi sekaligus menyiapkan pasokan air cadangan dan peralatan pemadaman sederhana di tingkat kampung dan distrik. Seluruh pihak juga diharapkan untuk terus memantau perkembangan cuaca, iklim serta pembaruan data dari BMKG sebagai dasar bertindak lebih cepat dan tepat. [*]

(Laporan: Stasiun Meteorologi Douw Aturure Nabire / 22 Agustus 2026)

error: Content is protected !!
Exit mobile version