Pemprov Papua Tengah

Bupati Dogiyai Paparkan Potensi dan Kendala, Minta Dukungan Pemprov untuk Pertanian, Jalan, dan Pendidikan

8
Suasana tatap tatap muka dengan ASN dan Masyarakat  dengan Gubernur Papua Tengah di Aula KINGMI Digikotu, Moanemani. Senin (7/9/2026), – Dok Untuk Kalawai.

Moanemani, Kalawaibumiofi.com |   Bupati Dogiyai, Yudas Tebai, menyampaikan terima kasih sekaligus menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan daerah kepada Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, saat tatap muka dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat di Aula KINGMI Digikotu, Moanemani, Senin (7/9/2026). Kunjungan kerja Gubernur ke Kabupaten Dogiyai dinilai sebagai momentum penting untuk mendengar langsung kondisi di lapangan.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur karena Gubernur dan Wakil Gubernur bisa meluangkan waktu hadir bersama Forkopimda untuk melihat dan mendengar keluh kesah kami di Kabupaten Dogiyai. Kami percaya bahwa Kabupaten Dogiyai adalah rumah atau honai pertama Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah,” kata Yudas Tebai.

Bupati berharap kehadiran Gubernur membawa perhatian dan dukungan nyata melalui kebijakan, program, dan kegiatan Pemerintah Provinsi Papua Tengah demi kemajuan pembangunan di Kabupaten Dogiyai. Ia menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal.

“Kabupaten Dogiyai memiliki potensi pertanian hortikultura berupa sayuran dan buah-buahan, serta kopi dan tanaman alternatif berupa anggrek. Potensi tanah subur dan berada pada posisi strategis jalur lintas ekonomi yang menghubungkan Nabire, Deiyai, dan Paniai, sehingga Dogiyai adalah jalur lintas ekonomi strategis. Oleh karena ini kami berharap Gubernur membantu kami berupa program kegiatan dalam pengembangan pertanian dan perkebunan kopi,” ujarnya.

Jalan Provinsi Menjadi Harapan, 7 dari 10 Distrik Sudah Terakses

Dalam hal akses wilayah, Bupati menjelaskan bahwa Pemkab Dogiyai terus berupaya membuka keterisolasian wilayah meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran setiap tahunnya. Pemerintah kabupaten tetap mengalokasikan anggaran untuk pembukaan ruas jalan baru maupun peningkatan ruas jalan yang sudah ada.

“Dari 10 distrik, tujuh di antaranya sudah memiliki akses jalan meskipun kondisinya belum seluruhnya maksimal. Karenanya lewat momentum ini, kami berharap ruas jalan yang berstatus jalan provinsi kiranya dapat menjadi perhatian Gubernur, sehingga memudahkan akses ekonomi masyarakat, pembangunan, dan layanan pemerintahan yang lebih maksimal,” ucapnya.

Kesehatan dan Pendidikan: Potensi Besar, Kekurangan SDM Menjadi Kendala

Di bidang kesehatan, Kabupaten Dogiyai kini telah memiliki 15 puskesmas perawatan dan satu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Pemkab Dogiyai terus melakukan langkah konkret pembenahan RSUD, termasuk pemenuhan fasilitas kesehatan maupun tenaga kesehatan. Kerja sama dengan BPJS juga telah dijalankan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan BPJS dalam rangka pemenuhan layanan prima kepada masyarakat Dogiyai. Untuk mendukung operasional RSUD kami butuh dukungan peningkatan sarana dan prasarana serta pemenuhan tenaga dokter umum dan spesialis,” jelasnya.

Sementara itu, di bidang pendidikan, Pemkab Dogiyai menjalankan program revitalisasi pendidikan di setiap jenjang, mulai dari perbaikan sarana hingga pemenuhan tenaga pendidik. Namun kendala utama yang dihadapi adalah kekurangan tenaga pengajar.

“Kami berharap apabila ke depan ada rekrutmen tenaga guru dari Pemprov Papua Tengah, dapat memperhatikan pemenuhan tenaga guru pada 66 SD, 14 SMP, dan 4 SMA/SMK di Kabupaten Dogiyai,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur ke lokasi pembangunan asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi di Distrik Mapia dan berharap Pemprov terus memperhatikan pemenuhan sarana prasarana serta peningkatan mutu sekolah-sekolah di daerah tersebut.

Konflik Sosial dan Pengangguran, Harap Solusi Bersama

Di akhir penyampaiannya, Bupati mengungkapkan kendala mendasar yang dihadapi Kabupaten Dogiyai, selain keterbatasan anggaran, juga adanya konflik sosial yang sering terjadi dan mengganggu aktivitas pemerintahan serta perekonomian masyarakat.

“Kami berupaya memetakan potensi masalah sosial, termasuk upaya pemerintah memperluas lapangan pekerjaan. Kami meminta kepada Gubernur agar dapat membantu kami mencari solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Dogiyai,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version