Nabire, Kalawaibumiofi.com | Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka 2604 Kabupaten Nabire, Danial Maipon, mengatakan, peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 Gerakan Pramuka sekaligus kegiatan perkemahan ITA Jamnas di Nabire menjadi momen penting untuk mengingatkan kembali hakikat, perjalanan, dan tujuan utama dari organisasi ini.
Kegiatan yang berlangsung sejak 12 hingga 15 Agustus 2026 ini digabungkan dengan persiapan keikutsertaan dalam Jambore Nasional (Jamnas) 2026. Peserta Apel Besar sekaligus perkemahan ini merupakan gabungan dari para peserta perkemahan yang mewakili berbagai gugus depan dari seluruh wilayah Kabupaten Nabire. Peserta terdiri dari anggota Pramuka Penggalang dan Penegak.
Dalam keterangannya seusai upacara yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Nabire Yulianus Pasang, Danial Maipon mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Terima kasih kepada semua pihak, baik panitia, pihak sekolah yang sudah memberikan tempat untuk kemah serta adik-adik peserta didik atas dukungan dan pertisipasinya dalam kegiatan ini, ” ucap Daniel usai Apel Besar Peringatan HUT Pramuka ke-65 Kwarcab Nabire yang digelar di Bumi Perkemahan SMA Negeri 1 Wanggar Nabire, Jumat (14/8/2026).
Danial Maipon, menyoroti perjalanan sejarah Gerakan Pramuka yang pernah sangat hidup dan aktif dari masa kemerdekaan, Orde Lama hingga Orde Baru. Namun ia menilai, pramuka kini mengalami penurunan perhatian pasca penerapan otonomi daerah.
“Kita harus jujur menyampaikan hal ini bahwa sejak otonomi daerah diberlakukan, pengelolaan Pramuka dikembalikan ke daerah, namun perhatian terhadap gerakan ini perlahan meredup. Lewat peringatan ke-65 ini, kami ingin mengulang kembali ingatan kita semua tentang perjalanan panjang Gerakan Pramuka, khususnya di Nabire, serta mengingat kembali tujuan dan manfaat utama organisasi ini berdiri,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama Gerakan Pramuka adalah pembentukan karakter generasi penerus bangsa yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila yang dijabarkan dalam Dasadarma Pramuka. Seluruh pola asuh dan pembinaan dalam organisasi ini diarahkan untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cakap, namun juga memiliki karakter yang kuat.
“Meskipun kegiatan perkemahan ini hanya berlangsung tiga hari, namun di dalamnya para pembina, pelatih, dan kakak-kakak senior akan melatih, mendidik, mengasuh serta membina adik-adik kita dengan sepenuh hati untuk membentuk karakter yang kokoh,” jelasnya.
Selain itu, pertemuan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar anggota Pramuka dari berbagai wilayah di Nabire, mulai dari Yaro, Wanggar, Nabire Barat hingga wilayah pusat Kabupaten. Hal ini penting untuk memupuk rasa persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan seluruh elemen Gerakan Pramuka di daerah ini.
“Lewat perkemahan ini, mereka saling mengenal satu sama lain. Kami jadikan momen ini sebagai sarana mempererat tali persaudaraan serta memperkuat persatuan di dalam keluarga besar Gerakan Pramuka Kabupaten Nabire,” tambahnya.
Ia berharap semangat yang ditunjukkan pada peringatan ke-65 ini, dapat memicu kembali perhatian dan dukungan luas, terutama di Nabire.
“Sehingga Gerakan Pramuka kembali berperan maksimal sebagai wadah utama pembinaan karakter generasi muda Nabire, ” harap Maipon. [*]
