Nabire, Kalawaibumiofi.com I Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SMP Negeri 4 Nabire dipastikan kembali berjalan mulai Senin, 2 Februari 2026. Pelayanan tersebut akan dilaksanakan oleh Dapur MBG SPPG Kalisusu 002 yang berlokasi di Jalan Manado, pusat Kota Nabire, tidak jauh dari SMPN 4 Nabire yang berada di Jalan Pepera.
Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire, Marsel Asyerem, kepada kalawaibumiofi.com saat diwawancarai disalah satu tempat makan. Ia menjelaskan bahwa sempat terjadi penghentian sementara pelayanan MBG di SMPN 4 Nabire selama beberapa minggu terakhir akibat proses evaluasi terhadap SPPG Kalisusu 001, yang berdampak pada sejumlah sekolah.
“Setelah dilakukan rapat koordinasi bersama DPR Provinsi Papua Tengah yang dihadiri oleh BGN Korwil Papua Tengah, Marsel Asyerem dan Wakil Satgas MBG Korwil Papua Tengah, Yasor Victor. diputuskan bahwa SPPG Kalisusu 001 tetap melayani lima sekolah lainnya. Khusus untuk SMPN 4 Nabire, pelayanan dialihkan ke SPPG Kalisusu 002,” ujar Marsel, Kamis (29/01/2026).
Marsel menjelaskan, pengalihan pelayanan ini dilakukan menyusul adanya konflik internal pada Kepala Dapur SPPG Kalisusu 001 yang sempat terjadi beberapa minggu lalu. Meski konflik tersebut telah diselesaikan secara damai, hasil rapat dengan DPR Papua Tengah menetapkan bahwa SMPN 4 Nabire akan dilayani oleh dapur baru guna menjaga kualitas pelayanan dan kondusifitas di sekolah.
“Berdasarkan pemetaan yang dilakukan Satgas MBG Nabire bersama Korwil dan DPRPT, SMP Negeri 4 kembali mendapatkan pelayanan MBG dan dilayani oleh SPPG Kalisusu 002. Mulai hari Senin minggu depan, pelayanan MBG di SMPN 4 sudah kembali normal,” jelasnya.
Ia menambahkan, permasalahan yang terjadi sebelumnya akan menjadi catatan khusus bagi SPPG Kalisusu 002 agar ke depan pelayanan dapat berjalan lebih baik. Langkah ini juga bertujuan untuk menghilangkan trauma siswa serta kekecewaan guru dan pihak sekolah akibat penghentian layanan sebelumnya.
“Kami berharap dengan dapur baru ini bisa terbangun komunikasi yang baik dan tercipta harmonisasi antara siswa, guru, kepala sekolah, dan pihak dapur. Sehingga cita-cita program Bapak Presiden melalui MBG dapat berjalan optimal,” tambah Marsel.
Terkait sekolah lain yang sebelumnya dilayani oleh SPPG Kalisusu 001, Marsel menegaskan bahwa lima sekolah lainnya tetap dilayani oleh dapur lama, karena tidak mengalami permasalahan. “Yang bermasalah hanya SMPN 4. Biarlah dapur baru yang melayani, supaya tidak meninggalkan luka dan tidak memperpanjang persoalan,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan arahan dari DPR Provinsi Papua Tengah, khususnya hasil pengawasan Komisi terkait yang dipimpin anggota DPR dari Partai Gerindra. DPR menilai perlu adanya penataan ulang pelayanan MBG di Kabupaten Nabire setelah munculnya pemberitaan viral yang dinilai mencoreng pelaksanaan program MBG.
“Saat ini kami masih menunggu rekomendasi dari Satgas SPPG Kabupaten Nabire serta surat izin aktif kembali dari BGN untuk dapur Kalisusu 001,” jelas Marsel.
Menurutnya, upaya mengalihkan sekolah-sekolah terdampak ke dapur lain sempat dipertimbangkan, namun terkendala kapasitas dan keterbatasan anggaran. “Kapasitas maksimal dapur sekitar 2.500 penerima. Kalau dipaksakan sampai 2.800 atau 2.900, pelayanan justru tidak maksimal dan bisa menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya Dapur MBG SPPG Kalisusu 002, diharapkan pelayanan MBG di SMPN 4 Nabire dapat berjalan lancar, berkualitas, dan berkelanjutan demi mendukung pemenuhan gizi peserta didik di Kabupaten Nabire.[*]
