Nabire, Kalawaibumiofi.com | Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG 002 di Kampung Kalisusu, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Papua Tengah sempat kesulitan bahan baku.
Situasi itu pula yang menyebabkan terjadi keterlambatan pengantaran makanan ke SMP Negeri 4 Nabire, Jumat (27/02/2026) siang.
Kepala Dapur SPPG 002 Kalisusu, Dinar Rasyid mengatakan keterlambatan pengantaran makanan sekira 15 menit itu, disebabkan pihaknya kekurangan stok bahan baku, khususnya buah dan telur.
“Kami jujur kekurangan bahan, terutama buah dan telur. Ada buah yang rusak, sehingga kami harus menunggu supplier mengantar kembali. Telur juga kurang, jadi kami rebus lagi dan isi kembali sebelum dikirim. Kami sudah evaluasi kejadian sebelumnya, tapi dinamika di dapur memang tidak selalu bisa diprediksi,” kata Dinar Rasyid, Jumat (27/02/2026).
Selain kekurangan sejumlah bahan kebutuhan, pihak SPPG juga mesti melakukan dua kali pengantaran kendaraan yang digunakan tidak mampu memuat seluruh pesanan dalam sekali jalan.
“Selama Ramadan beberapa menu bisa dipacking lebih awal, namun untuk buah seperti anggur harus disiapkan pada subuh hari agar tetap segar,” ujarnya.
Mitra dapur SPPG 002 Kalisusu, Yenice Derek mengatakan hal yang sama. Katanya kendala lain yang dihadapi pihaknya adalah kelangkaan susu UHT putih di Nabire, sehingga pihaknya mengganti dengan susu Ultra rasa cokelat.
Pihak dapur berharap ke depan semakin banyak petani asli Papua yang terlibat dalam penyediaan pangan lokal, karena dapur berkomitmen membeli hasil dari petani setempat guna mendukung perputaran ekonomi daerah.
Mereka juga berharap adanya perhatian dan dukungan serius dari pemerintah Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Nabire dalam memperkuat distribusi bahan pokok dan menjamin ketersediaan stok pangan.
Pemerintah daerah juga disarankan dapat membina dan mendorong petani asli Papua, agar produksi lokal semakin meningkat demi kelancaran program nasional dan ketahanan pangan di daerah. (Alvi)
