Jayapura, Kalawaibumiofi | Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata Kota Jayapura resmi menggelar Festival Port Numbay Tahun 2026 di kawasan wisata Pantai Weyflomba’a, Pantai Pasir Putih 1 dan 2 Holtekamp, Distrik Muara Tami, Jumat (23/10/26).
Festival budaya tahunan ini akan berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Oktober 2026 dan dipusatkan di Pantai Pasir 2 Holtekamp.
Festival dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jayapura Dr. Abisai Rollo, SH., MH., didampingi Wakil Wali Kota Jayapura Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan Pemerintah Provinsi Papua.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, S.IP., M.Si., menjelaskan Festival Port Numbay merupakan upaya strategis Pemkot untuk mengembangkan potensi daerah, melestarikan seni budaya lokal, memperkuat ekonomi kreatif, serta meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Tahun ini kami mengangkat tema ‘Explore Weyflomba’a Pantai Pasir 1 dan 2 Holtekamp’ dengan subtema ‘Hupalang Ali, Luma Ali — Satu Hati, Satu Tujuan’,” ujar Richard.
Menurutnya, festival bertujuan mempromosikan destinasi wisata unggulan Kota Jayapura, khususnya Holtekamp, sekaligus memperkenalkan seni, tarian, adat istiadat, kuliner, dan kreativitas masyarakat Port Numbay kepada generasi muda dan wisatawan.
Rangkaian kegiatan meliputi camping kampung yang melibatkan sejumlah sekolah, pementasan seni dan budaya tradisional, promosi destinasi wisata, pameran produk ekonomi kreatif dan UMKM lokal, promosi kuliner khas Papua, wisata bahari, hingga creative talk dan sharing session.
Berbagai perlombaan turut memeriahkan, seperti lomba Yosim Pancar (Yospan), tari kreasi, kukur kelapa, menggambar dan mewarnai, permainan tali masuk, dan lomba memancing.
Richard menambahkan, pihaknya telah membangun sejumlah sarana dan prasarana pendukung di kawasan Pantai Pasir 1 dan 2 Holtekamp. Ke depan, pengembangan akan dilanjutkan ke kawasan wisata lainnya agar sesuai standar pariwisata.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo memberikan apresiasi atas keterlibatan 14 kampung di Kota Jayapura dalam festival tersebut.
Menurut Abisai, festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang bagi masyarakat kampung untuk memamerkan dan memasarkan hasil karya serta produk UMKM.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dinas Pariwisata yang sudah melaksanakan festival ini dengan 14 kampung di Kota Jayapura,” ucapnya.
Ia berharap Festival Port Numbay digelar rutin setiap tahun dengan lokasi berpindah-pindah, seperti di Hamadi, Base G, serta perkampungan pesisir Kampung Enggros dan Kayu Pulau.
“Supaya memperkenalkan daerah-daerah kita ini kepada semua orang. Jangan hanya orang Kota Jayapura, tetapi sampai di dunia pun akan melihat dan orang akan datang ke kota ini. Yang penting Kota Jayapura aman dan tenang dengan berbagai macam jenis kegiatan,” kata Abisai.
Festival ini terbuka untuk umum dan diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui perpaduan atraksi seni budaya dan pameran ekonomi kreatif.
Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah lomba Yosim Pancar (Yospan) tingkat SMA/SMK.
Dewan juri mengumumkan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih keluar sebagai Juara I, disusul SMA Negeri 5 Jayapura sebagai Juara II, dan SMK Negeri 9 Jayapura sebagai Juara III. Sementara penghargaan Juara Favorit diraih SMA Negeri 6 Skouw.
Lomba ini menjadi wujud nyata pelestarian budaya Papua di kalangan generasi muda. [*]
