Tanah Papua

Ignatius Adii : Pemimpin Harus Mengedepankan Kebenaran, Kejujuran, dan Keadilan

6
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii. Selasa (30/6/2026), – Kalawai/Welem Yeblo.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, menegaskan bahwa pemimpin yang berkualitas harus menjunjung tinggi tiga nilai utama, yaitu kebenaran, kejujuran, dan keadilan.

Pernyataan itu disampaikan Ignatius usai menghadiri ibadah oikumene yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah di Aula Kesbangpol, Jalan Merdeka, Kabupaten Nabire. Selasa (28/6/2026).

Menurutnya, kepemimpinan yang baik bermula dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Jika kehidupan rumah tangga berjalan tertib dan harmonis, hal itu akan menjadi dasar kuat dalam menjalankan tugas pelayanan maupun memimpin di tengah masyarakat.

“Seorang pemimpin harus membangun fondasi karakter dari rumah tangga. Apabila rumah tangganya baik, maka pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada publik pun akan berjalan baik,” tuturnya.

Ia menjelaskan, nilai-nilai kepemimpinan tersebut juga harus diterapkan dalam lingkup organisasi dan pemerintahan dengan berpedoman pada prinsip moral serta ajaran agama. Maka pemimpin tidak cukup hanya mematuhi peraturan tertulis, tetapi juga harus memiliki landasan spiritual yang kokoh.

“Banyak kebijakan atau pelaksanaan tugas hanya berpegang pada aturan formal semata, tanpa disertai nilai-nilai ajaran agama, sehingga hasilnya bisa menyimpang. Pemimpin yang baik wajib memenuhi tiga syarat utama, yaitu memegang teguh kebenaran, berlaku jujur, dan menegakkan keadilan,” jelas Adii.

Ia menilai, kegiatan ibadah bersama yang mulai digalakkan di berbagai organisasi dan tingkat kabupaten merupakan langkah positif dalam membentuk karakter masyarakat yang lebih baik.

Ignatius berharap para pemimpin di Papua Tengah ke depan dapat terus membangun daerah dengan mengedepankan ibadah, doa, serta nilai-nilai kebaikan dalam setiap langkah kerja.

“Jika Papua Tengah senantiasa mendapatkan berkat dan warganya semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, maka kesejahteraan serta kehidupan masyarakat pun akan terus membaik,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan seluruh warga untuk tetap melestarikan unsur budaya yang bernilai positif, sekaligus meninggalkan kebiasaan yang merugikan kepentingan bersama. Menurutnya, adat istiadat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan yang lebih maju dan bermartabat.

“Kita wajib menjaga dan melestarikan adat yang positif. Namun, praktik yang memicu konflik atau pemborosan yang merugikan harus ditinggalkan. Kita menghargai adat, namun tetap mengarah pada kebaikan dan berlandaskan iman kepada Tuhan,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version