Tanah Papua

Kepala Suku Besar Lani Desak Percepatan Pelantikan Kepala Suku

2
Kepala Suku Besar Lani, Yulinus Enumbi - Kalawai/Noak Mote

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kepala Suku Besar Lani, Yulinus Enumbi mendesak pemerintah segera mempercepat proses pelantikan kepala suku di wilayah Papua Tengah. Hal ini dirasa penting mencegah potensi konflik sosial di tengah masyarakat adat.

Desakan tersebut disampaikan menyusul munculnya klaim sepihak dari sejumlah oknum yang mengaku sebagai kepala suku tanpa melalui mekanisme resmi.

Padahal menurut Yulinus Enumbi, proses pemilihan telah dilakukan sesuai prosedur. Kini hanya menunggu pengukuhan dari pemerintah melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

“Pelantikan ini penting agar para kepala suku memiliki legitimasi yang kuat. Saat ini masih ada pihak-pihak yang mengklaim secara ilegal dan hal itu berpotensi memicu konflik,” kata Yulinus Enumbi saat memberikan pernyataan di Nabire, Rabu (06/05/2026).

Katanya, sebagai kepala suku yang telah dipilih dan ditetapkan melalui proses resmi, ia masih menghadapi intimidasi dari pihak-pihak tertentu.

Situasi tersebut dinilai dapat mengganggu stabilitas sosial jika tidak segera ditangani melalui penguatan legitimasi kepemimpinan adat.

Yulinus, yang memiliki pengalaman memimpin selama delapan periode di Puncak Jaya menekankan bahwa kepala suku memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas dan pendeteksi dini potensi konflik di masyarakat.

“Kepala suku adalah ‘radar’ sosial. Mereka harus punya kewenangan yang jelas agar bisa mencegah bentrokan antar kelompok,” ucapnya.

Yulinus pun mengimbau masyarakat adat, khususnya Suku Lani dan warga Papua Tengah pada umumnya, untuk tetap menjaga ketenangan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.

Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan dialog dan menghormati proses hukum serta administrasi yang sedang berjalan.

“Mari kita jaga tanah ini dengan damai. Persatuan adalah kekuatan utama kita,” katanya. (Noak Mote)

error: Content is protected !!
Exit mobile version