Nabire, Kalawaibumiofi.com | Kepala Suku Dani Distrik Nabire Barat, Sem Wanimbo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan antarwarga dan mendukung pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) di wilayahnya. Seruan itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi sekaligus sosialisasi yang berlangsung di Jalan Sarera, Kelurahan Kalisemen, Distrik Nabire Barat, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 45 warga ini dirangkaikan dengan pembagian bantuan sosial berupa sembako, alat tulis, dan bantuan dana pembinaan bagi keluarga penerima manfaat.
Dalam arahannya, Sem Wanimbo menegaskan bahwa Nabire merupakan “Miniatur Nusantara” di Tanah Papua karena keberagaman suku yang mendiami wilayah ini, mulai dari Suku Dani, suku-suku lain di Papua, hingga masyarakat asal Jawa, Bugis, Toraja, Madura, Minahasa, dan lainnya.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Suku Dani untuk senantiasa menjaga kerukunan, baik dengan sesama Suku Dani maupun dengan suku-suku lain yang ada di Nabire Barat secara khususnya dan di Kabupaten Nabire serta Tanah Papua secara umum,” ujarnya.
Ia menambahkan, Suku Dani dikenal terbuka, mudah bergaul, dan sangat menghormati adat istiadat suku lain. Karakter ini harus terus dijaga dan menjadi teladan bagi masyarakat lainnya.
Selain menjaga kerukunan, kegiatan ini juga mengajak warga agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau ujaran kebencian yang kerap menolak kehadiran pemerintah dan pembangunan di Papua. Warga pun diajak memahami fakta yang disampaikan melalui tayangan dokumenter “Suara Papua” dari Kompas TV edisi Merauke yang diputar dalam acara tersebut.
“Kehadiran PSN dan Pemerintah Indonesia di sini bukan untuk menciderai atau merusak alam dan manusia Papua. Sebaliknya, ini adalah upaya serius pemerintah dalam membangun dan mengoptimalkan sumber daya demi ketahanan nasional—baik dari segi pangan maupun kualitas dan kuantitas SDM,” tegas Sem.
Setiap pembangunan, lanjutnya, selalu memperhatikan kondisi geografis, demografis, serta kearifan lokal dan adat istiadat setempat. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar program berjalan nyata dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, disalurkan 35 paket sembako, 10 paket alat tulis untuk anak-anak, serta sejumlah bantuan dana pembinaan bagi kalangan yang membutuhkan. “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga, sekaligus menjadi pengingat bahwa negara benar-benar hadir dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakatnya di akar rumput,” tambahnya.
Kegiatan yang menggabungkan pendekatan budaya, edukasi informasi, dan kepedulian sosial ini dinilai efektif membentengi masyarakat dari narasi yang memutarbalikkan fakta. Ke depannya, pola silaturahmi serupa akan terus dilakukan untuk memperkuat peran tokoh adat sebagai penjaga perdamaian dan persatuan di Tanah Mutiara Hitam. [*]
