Mapia, Kalawaibumiofi.com | Pengurus Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Mapia membentuk dan melantik Panitia Persiapan Peringatan 1 Desember dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Adat Mapia, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Umum Militan KNPB Wilayah Mapia, Uwoto Tagi, selaku perwakilan pengurus wilayah. Pelantikan dihadiri para ketua sektor dan anggota, Pengurus Parlemen Rakyat Daerah (PRD), TPNPB OPM Wilayah Mapia, serta Dewan Adat setempat.
Dalam pelantikan itu, panitia ditetapkan dengan susunan Aibon Degei sebagai ketua, Emil Odihai sebagai sekretaris, dan Meter Iyai sebagai bendahara.
Uwoto Tagi mengatakan pembentukan panitia merupakan langkah awal untuk mempersiapkan sejumlah kegiatan yang mereka rencanakan menjelang 1 Desember.
Menurut dia, KNPB Wilayah Mapia juga akan mempersiapkan kegiatan yang berkaitan dengan 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia dan 19 Desember sebagai hari yang mereka kaitkan dengan peristiwa Trikora.
“Kami akan mencoba menyukseskan hari besar bangsa Papua yaitu 1 Desember sebagai Hari Kemerdekaan Bangsa Papua Barat dan 10 Desember sebagai Hari HAM Sedunia serta 19 Desember sebagai Hari TRIKORA. Hari-hari tersebut paling penting bagi rakyat dan bangsa Papua,” ujar Uwoto.
Ia meminta anggota KNPB Wilayah Mapia, PRD, dan New Guinea Raad Wilayah Mapia untuk bekerja sama dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan tersebut.
“Kepada semua anggota KNPB Wilayah dan PRD serta New Guinea Raad Wilayah Mapia agar tetap sama-sama dalam melaksanakan persiapan supaya semua rangkaian berjalan lancar sesuai cita-cita bangsa Papua,” katanya.
Penggalangan dana panitia
Dalam kegiatan tersebut, panitia juga melakukan pengumpulan dukungan dana. Sektor Takadei memberikan sumbangan wajib sebesar Rp500.000, sementara Dewan Adat memberikan sumbangan sukarela sebesar Rp200.000.
Panitia mengimbau anggota KNPB, mulai dari pengurus wilayah hingga sektor, serta unsur PRD dan TPNPB OPM, untuk memberikan sumbangan sukarela sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Uwoto menyampaikan terima kasih kepada peserta yang hadir dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dana untuk kepentingan kepanitiaan.
Setelah pembentukan panitia, agenda berikutnya yang disampaikan Uwoto adalah pendidikan politik dengan tema “Mogok Sipil Nasional (MSN)” dan subtema “Papua Zona Darurat Militer dan Kemanusiaan”.
Menurut keterangan dalam kegiatan tersebut, pemateri yang disiapkan antara lain Emil E. Wakei yang disebut sebagai aktivis hak asasi manusia dan KNPB Konsulat Indonesia, serta Rasul Mapia.
Panitia yang dilantik pada 21 September 2026 itu selanjutnya akan menyusun jadwal kerja dan pembagian tugas untuk mempersiapkan rangkaian kegiatan menjelang 1 Desember. [*]
