Nasional/Internasional

KSPI Papua Tengah Apresiasi Penasihat Presiden yang Perjuangkan Karyawan Moker PTFI

0
Ketua KSPI Papua Tengah, Laurenzus Kadepa - Dok. Untuk Kalawai

Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia atau KSPI Provinsi Papua Tengah mengapresiasi upaya Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal memperjuangkan nasib ribuan karyawan mogok kerja (Moker) PT Freeport Indonesia (PTFI).

Ketua KSPI Papua Tengah, Laurenzus Kadepa mengatakan Said Iqbal yang merupakan Presiden KSPI, kini bergerak cepat memperjuangkan kejelasan nasib dan hak-hak ribuan karyawan korban PHK massal akibat mogok kerja di PT Freeport Indonesia pada 2017.

“Langkah politik ini memberikan secercah harapan, setelah sengketa perburuhan tersebut terkatung-katung tanpa kepastian selama hampir sembilan tahun,” kata Laurenzus Kadepa, Minggu (12/07/2026).

Menurut anggota DPR Papua periode 2014-2024 itu, penyelesaian masalah mogok kerja karyawan PT Freeport Indonesia pada 2017, menjadi ujian nyata dan peluang besar bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keberpihakan pada hak buruh lokal.

Langkah cepat Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dianggap sebagai sinyal positif kuat, yang belum pernah terjadi pada era pemerintahan sebelumnya.

Kehadiran Said Iqbal di lingkaran dalam istana memangkas jalur birokrasi, sehingga laporan penindasan buruh di daerah bisa langsung sampai ke meja Presiden Prabowo.

“Langkah ini selaras dengan visi politik Prabowo yang kerap menggaungkan penguatan ekonomi masyarakat lokal dan perlindungan pekerja domestik dari eksploitasi,” ucapnya.

Katanya, harapan utama KSPI Provinsi Papua Tengah dalam sengketa ini adalah lahirnya penyelesaian yang bermartabat, transparan, adil, dan memiliki kepastian hukum tetap.

Serikat buruh menegaskan bahwa kasus berlarut-larut ini bukan sekadar masalah hubungan industrial biasa. Melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang menyangkut nasib ribuan kepala keluarga di Tanah Papua.

Apresiasi juga kepada Panitia Khusus (Pansus) Mogok Kerja (Moker) DPRK Mimika, Provinsi Papua Tengah karena lembaga legislatif daerah ini dinilai melancarkan aksi nyata progresif demi menembus kebuntuan sengketa yang telah mandek selama hampir sembilan tahun.

“Langkah berani para wakil rakyat Mimika tersebut menjadi bukti kepedulian yang konkret bagi ribuan eks karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI),” kata Laurenzus Kadepa. (Davine)

error: Content is protected !!
Exit mobile version