Pemprov Papua Tengah

Kunker ke Puncak Jaya: Wagub Geley Serahkan 34 Unit Sepeda Motor

2
Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Puncak Jaya, Senin (12/10/2026) - Dok. Humas Pemprov Papua Tengah

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Wakil Gubernur (Wagub) Papua Tengah, Deinas Geley, S.Sos, M.Si menyerahkan bantuan 34 unit sepeda motor saat melakukan kunjunhan kerja (kunker) ke Kabupaten Puncak Jaya, Senin (12/10/2026).

Wagub Geley mengatakan, pihaknya menyerahkan secara simbolis dua dari 34 unit sepeda motor bantuan itu, saat pihaknya dalam kunjungan kerja.

Kedatangan Wagub Geley di Bandara Mulia, ibu kota Kabupaten Puncak Jaya, disambut para siswa Sekolah Dasar (SD). Dalam kunjungan itu, Wagub Geley didampingi Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.

“Kami serahkan 34 bantuan motor dan secara simbolis ada dua motor yang tadi kami serahkan,” kata Wagub Deinas Geley.

Menurutnya, dalam kunjungan kerja ini ia mewakili Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah juga menyerahkan bantuan kesehatan untuk Puskesmas Ilu.

“Tahun lalu bantuan dari Pemprov untuk [bidang kesehatan di] Kabupaten Puncak Jaya Rp14 miliar 870 juta, itu di Mulia. Kemudian kita bantu lagi Puskesmas Ilu. Tahun ini juga kita bantu [dengan nilai yang] sama. Jadi total tahun lalu dan tahun ini kita bantu Rp28 miliar untuk kesehatan di Puncak Jaya,” ucapnya.

Wagub Geley juga meninjau pembangunan asrama dan mengingatkan bahwa pekerjaan harus selesai paling lambat 31 Desember 2026.

Selain itu, Wagub Geley mengunjungi sekolah yang melaksanakan program Sekolah Sepanjang Hari (SSH).

Katanya, selama ini orang menilai Kabupaten Puncak Jaya adalah daerah konflik. Akan tetapi anak-anak di sana tetap bersekolah, karena sekolah itu penting.

“Sehingga mulai hari ini mereka harus sekolah dan Pemprov tanggung makan pagi, siang dan sore untuk SSH, tanggung biaya, kalian hanya sekolah,” ujarnya.

Katanya, sebagai Wakil Gubernur Papua Tengah dari Kabupaten Puncak Jaya, Wagub Geley juga dulu bersekolah di sana. Namun bedanya, dulu ia ke sekolah tanpa menggunakan alas kaki.

Kini siswa di sana telah mengenakan sepatu, seragam lengkap, hingga tas sekolah dan kebutuhan lainnya.

Wagub Geley meyakini suatu saat para anak-anak sekolah di Puncak Jaya akan menjadi pemimpin di tingkat kabupaten dan provinsi.

Karenanya dalam kunjungan kerja itu Wagub Geley mengingatkan anak-anak sekolah agar mendengar nasihat orang tua serta guru.

“Anak-anak ini masa depan Puncak Jaya dan Papua Tengah. Tadi yang menjemput anak-anak sekolah. Saya rasa sedih sekali, saya sampaikan kepada mereka untuk sekolah yang rajin. Taat orang tua dan guru. Suatu saat kalian bisa jadi gubernur, wakil gubernur, DPR, pegawai, tentara, polisi atau apa saja.”

Dalam kunjungan kerja ini, Wagub Geley juga mengunjungi Rumah Sakit Immanuel Mulia.

Menurut Wagub Geley, dulunya Rumah Sakit Immanuel itu adalah rumah sakit rujukan dari Kabupaten Paniai, Timika, Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai, dan daerah lain, untuk operasi.

“Tapi selama sekian tahun setelah pemilik yayasan sudah kembali ke Amerika dan beliau meninggal, mantri lokal yang dibina misionaris tetap melaksanakan pengobatan tetapi tidak ada perhatian lagi.”

“Makanya sekarang kami ambil alih dan membantu. Tadi saya sudah sampaikan kepada mereka dan tadi mereka menyampaikan kebutuhan utama mereka,” kata Wagub Geley.

Katanya, salah satu yang dibutuhkan Rumah Sakit Immanuel Mulia kini adalah penerangan. Karenanya, Pemprov Papua Tengah secepatnya akan memberikan bantuan genset.

Untuk bantuan obat-obatan, lanjut Wagub Geley, pihak Rumah Sakit Immanuel Mulia meminta agar dikirim langsung dari Nabire.

“Tadi mereka menjelaskan apabila mereka buka setiap hari pasien sampai 200 orang. Mereka diberikan obat dan pulang. Itu penjelasan dari salah satu suster yang melakukan pelayanan di sana,” ucap Wagub Geley.

Wagub Geley mengatakan, ia telah meminta pihak rumah sakit membuat proposal untuk dimasukkan ke Pemprov Papua Tengah, agar kebutuhan mereka dapat dijawab tahun depan.

“Saya sampaikan bahwa rumah sakit siapkan atau cari dokter. Apakah itu orang Nusantara atau orang Papua. Silakan pihak yayasan putuskan dan sampaikan ke kami. Banyak usulan dan itu akan kita bahas 2027 nanti,” kata Wagub Geley. (Davine)

error: Content is protected !!
Exit mobile version