Berita

Miras Bukan Budaya Orang Papua, Oya Pigome: Jangan Biarkan Generasi Kita Hancur

3
Ilustrasi.

Deiyai, Kalawaibumiofi.com |   Seruan penolakan terhadap peredaran minuman keras kembali menguat di wilayah Papua Tengah. Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Papua Tengah, Oya Pigome, menegaskan bahwa minuman beralkohol atau miras sama sekali bukan bagian dari jati diri maupun budaya orang Papua.

“Miras bukan budaya orang Papua. Ini barang yang merusak. Merusak adat, merusak rumah tangga, dan merusak masa depan anak-anak kita,” tegas Oya Pigome saat berbicara kepada awak media di Nabire, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, nilai-nilai luhur yang dipegang teguh oleh masyarakat Papua sejak dahulu adalah semangat gotong royong, rasa hormat kepada orang tua, serta upaya menjaga persatuan dan kesatuan. Sebaliknya, peredaran dan konsumsi miras justru kerap melahirkan perpecahan, tindakan kekerasan, hingga kemiskinan di tengah masyarakat.

“Di adat istiadat kita tidak pernah diajarkan untuk hidup dalam keadaan mabuk. Begitu pula dalam ajaran agama hal ini dilarang keras. Jika kita diam saja dan membiarkan hal ini terus berlanjut, lalu siapa yang akan menjaga dan meneruskan perjuangan generasi Papua 10 hingga 20 tahun ke depan?” jelas Pigome.

Sebagai pimpinan DPW Partai Ummat Papua Tengah, Oya mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh adat, tokoh agama, kalangan pemuda, hingga pemerintah daerah untuk bersinergi dan bergerak bersama guna menutup seluruh ruang gerak peredaran miras di wilayah ini.

Ia juga mendesak agar alokasi dana serta perhatian pemerintah lebih banyak diarahkan untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif, seperti pengembangan olahraga, pelestarian seni dan budaya asli, serta pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digerakkan oleh pemuda. Langkah ini dinilai penting sebagai benteng pertahanan generasi muda dari pengaruh buruk peredaran miras.

“Papua Tengah harusnya maju dan dibangun oleh anak-anak yang sehat, cerdas, serta berakhlak mulia. Bukan dengan bergantung pada botol miras,” tutup Oya Pigome. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version