Nabire, Kalawaibumiofi.com | Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, S.E., bersama Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak, Wellem Wandik, resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak di Nabire, Papua Tengah, di di Aula Homestay Swiss, Jalan Medy Tonopa, Kelurahan Siriwini, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire. Jumat, (11/9/2026).
Pembukaan Musda ditandai dengan peresmian kegiatan oleh Naftali Akawal bersama Wellem Wandik. Forum tersebut menjadi momentum bagi jajaran Partai Golkar Kabupaten Puncak untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus menyusun agenda politik dan kepengurusan partai ke depan.
Di kesempatan itu, Wellem Wandik menyampaikan pentingnya konsolidasi kader dan penguatan basis politik Partai Golkar di Kabupaten Puncak. Ia meminta seluruh kader bekerja secara berkelanjutan untuk memperkuat posisi Golkar dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kita harus bekerja secara berkelanjutan dan menyatu untuk memperkuat posisi Partai Golkar di Kabupaten Puncak, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi dan nasional,” ujar Wellem.
Menurut Wellem, kader Golkar harus mulai mempersiapkan diri untuk mengisi berbagai posisi politik, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi dan nasional.
“Setiap kader harus siap mempersiapkan diri untuk mengisi berbagai posisi politik yang ada. Jangan hanya menunggu, tetapi harus bergerak dan membuktikan bahwa kita siap memimpin,” katanya.
Ia mengatakan persiapan kader harus dilakukan melalui konsolidasi organisasi dan penguatan kerja politik di tengah masyarakat. Menurutnya, target politik partai hanya dapat dicapai apabila seluruh kader bekerja secara bersama-sama dan menjaga kekompakan organisasi.
“Tanpa kekompakan dan kerja sama yang utuh, target apa pun yang kita susun tidak akan tercapai. Kita adalah satu keluarga besar Golkar, dan kemenangan kita adalah kemenangan bersama,” tegasnya.
Wellem juga menyampaikan target Golkar untuk memperoleh lima hingga enam kursi DPRD Kabupaten Puncak dari total 25 kursi.
“Paling sedikit lima, paling banyak enam di Kabupaten Puncak. Dari 25 kursi,” ujar Wellem.
Perolehan tersebut, kata dia, diharapkan dapat membuka peluang bagi Golkar untuk merebut posisi pimpinan DPRD Kabupaten Puncak.
“Dengan perolehan lima hingga enam kursi itu, kita punya peluang besar untuk menduduki posisi pimpinan DPRD Kabupaten Puncak. Itu target yang harus kita kejar bersama-sama,” jelasnya.
Target tersebut, menurut Wellem, menjadi bagian dari strategi politik Partai Golkar untuk meningkatkan keterwakilan kadernya di lembaga legislatif Kabupaten Puncak.
Dalam forum tersebut, Wellem juga menyebut Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, sebagai salah satu kader yang diharapkan dapat berperan lebih jauh dalam perjalanan politik Golkar di Kabupaten Puncak.
“Bapak Wakil Bupati Naftali Akawal adalah salah satu kader terbaik kita. Pengalaman beliau dalam pemerintahan sangat berharga dan diharapkan dapat memimpin perjuangan Partai Golkar di Kabupaten Puncak ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap para kader yang memiliki pengalaman dalam pemerintahan maupun organisasi politik dapat mengambil bagian dalam memperkuat partai dan memperluas pelayanan kepada masyarakat.
“Kader yang sudah berpengalaman, baik di pemerintahan maupun di organisasi, harus turun ke tengah masyarakat. Pelayanan kepada rakyat adalah kunci utama kita memenangkan hati masyarakat,” tambahnya.
Musda IV juga menjadi ruang bagi kader untuk membahas strategi menghadapi agenda politik mendatang, termasuk persiapan calon legislatif untuk DPRD Kabupaten Puncak, DPRD Provinsi Papua Tengah, hingga DPR RI.
“Musda ini bukan sekadar seremonial. Di sini kita menyusun strategi nyata untuk memenangkan pemilihan legislatif mendatang, dari DPRD kabupaten hingga DPR RI. Semua harus mulai bergerak dari sekarang,” tandasnya.
Pembahasan tersebut dinilai penting untuk memastikan kesiapan organisasi dalam menghadapi berbagai tahapan politik. Kader didorong untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat basis partai di setiap wilayah Kabupaten Puncak.
Wellem berharap Musda IV Partai Golkar Kabupaten Puncak menghasilkan keputusan yang memperkuat konsolidasi internal dan melahirkan kepemimpinan organisasi yang mampu bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Keputusan yang dihasilkan dari Musda IV ini harus benar-benar membawa kemajuan bagi partai dan kesejahteraan bagi masyarakat Kabupaten Puncak. Itu tujuan utama kita berkumpul di sini,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh kader menjaga kekompakan serta memperkuat basis partai di setiap wilayah Kabupaten Puncak.
“Jaga kekompakan di setiap distrik, di setiap kampung. Kekuatan kita ada di kesatuan, dan di situlah rakyat akan melihat bahwa Partai Golkar adalah partai yang solid dan dapat diandalkan,” ajaknya.
Menurut Wellem, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh jumlah kursi yang diperoleh dalam pemilihan umum, tetapi juga oleh kemampuan kader membangun kepercayaan masyarakat dan menjalankan kerja politik secara berkelanjutan.
“Kekuatan partai bukan hanya soal kursi. Yang lebih penting adalah kepercayaan masyarakat yang kita bangun setiap hari. Jika rakyat percaya, maka kemenangan itu milik kita,” pungkasnya.
Musda IV Partai Golkar Kabupaten Puncak di Nabire menjadi bagian dari proses konsolidasi organisasi untuk mempersiapkan kepengurusan dan kader menghadapi agenda politik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. [*]
