Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ArtikelOpini

Obrolan Valentinus

16
×

Obrolan Valentinus

Sebarkan artikel ini
14 februari hari valentin
Ilustrasi hari valentinus atau valentine's day. - Pixabay
Example 468x60

Lima sahabat lama pagi ini, 14 Februari 2026, baku debat. Debatnya receh tapi alot. Ihwalnya Hari Valentin atau Valentine’s Day.

Sebut saja Valerianus, Ronaldus, Meinradus, Ignasius dan Paskalianus. Mereka mempertahankan argumen masing-masing. Bahwa 14 Februari merupakan hari santo atau santa pelindungnya.

“Ini hari Valeriana dan Valerianus.”

Example 300x600

“Aeh, ini hari Paskalianus dan Paskaliana.”

“Bukan! Ini hari Ronaldus dan Ronalda.”

Ignasius menimpal, “Ini Ignasius dan Ignasia punya hari.”

Sementara itu, Meinradus senyum-senyum. Dia lantas meyakinkan kawan-kawan yang tensi debatnya semakin hangat.

“Itulah hebatnya orang Barat. Bisa bikin Walentinus dan Walentina bersatu,” kata Meinradus.

Adik perempuan saya dari balik dapur menjawab, “iya, Kaka, kata Walentina itu pake V Flores, bukan V Weronika.”

Aeh, apalagi ini? Daripada ribut-ribut, mari kita putar kopi saja sudah. Lalu buka buku dan tukar pikiran.

Alhasil, ditemukan sedikit gambaran. Bahwa Hari Valentin berkaitan dengan penghormatan terhadap tokoh sejarah dan kudus dalam Gereja Katolik. Namanya Santo Valentinus.

Terdapat dua versi cerita dalam daftar santo-santa Gereja Katolik. Pertama, Valentinus, seorang imam yang disiksa dan dianiaya pada tahun 269 pada masa penganiayaan umat Kristen di Roma oleh kaisar Klaudius (268-270). Dia dimakamkan di Jalan Flaminia.

Valentinus dari Roma adalah seorang imam dan dokter. Dia menolak dekrit Klaudius sehingga disiksa atau dianiaya dan kepalanya dipenggal pada tahun 269 Masehi.

Paus St. Julius I (337–452 Masehi) kemudian membangun gereja di dekat Ponte Mole pada tahun 350 untuk mengenang Santo Valentinus ini, dan relikwinya disimpan di Gereja Santo Maria Praxedes, dekat Basilika Santa Mayor, dekat Roma. Sedangkan relikwi lainnya berada di Irlandia, Shrine of St. Valentine;

Kedua, Valentinus nama uskup dari Terni. Ini adalah dusun kecil di bagian utara kota Roma. Uskup ini disiksa dan dianiaya hingga mati pada masa penganiayaan umat Kristen oleh kaisar Klaudius pada tahun 269.

Bangsa Romawi kafir punya tradisi menarik sebelum kekristenan menjadi agama resmi negara Romawi. Para pria menarik undian dari sebuah wadah yang besar.

Di dalam wadah itu berisi nama-nama perempuan yang akan menjadi pasangan mereka. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap dewi cinta Romawi bernama Februata Juno.

Pada masa pemerintahan Kaisar Claudius, Romawi dilanda peperangan, sehingga para pemuda diharuskan mengikuti wajib militer. Namun, banyak pemuda yang menolak karena tidak mau meninggalkan kekasihnya.

Kekaisaran sulit merekrut tentara pada masa itu karena peperangan yang terus berkecamuk. Klaudius pun mengeluarkan dekrit untuk melarang upacara pernikahan di seluruh wilayah kekaisaran.

Namun, ada seorang imam bernama Valentinus. Pada suatu hari dia diam-diam memberikan sakramen pernikahan kepada pasangan yang dipaksa untuk berpisah karena wajib militer.

Kaisar mendengar peristiwa tersebut, sehingga pemberian sakramen itu dianggap menentang maklumat kaisar. Valentinus akhirnya dianiaya dan kepalanya dipenggal di Via Flavinian. Di sini juga dia dimakamkan.

Dua santo yang diceritakan ini kemungkinan merujuk pada satu tokoh saja, tetapi diceritakan dalam versi berbeda.

Dalam laman Indonesianbaptis.com disebutkan bahwa Santo Valentinus dari Roma tampaknya adalah seorang imam dan sudah ditahbiskan menjadi uskup, sebab dalam penggambaran tradisional Roma, uskuplah yang menikahkan pasangan pria dengan perempuan.

Selain itu, bisa dimungkinkan bahwa Santo Valentinus dari Roma tersebut ditahbiskan menjadi uskup di Terni.

Sekitar tahun 300 Masehi, Kaisar Konstantinus Agung (306-337) menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi.

Ketika Kristen menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi, Gereja pun mengutuk tradisi penyembahan berhala tersebut dan Paus Gelasius I (492-496) menetapkan tanggal 14 Februari sebagai pesta Santo Valentinus atau Saint Valentine Day.

Tahun 1969 Gereja Katolik mengeluarkan pesta Santo Valentinus yang informasinya sedikit. Namun dalam sebuah katakombe di Roma, ditemukan bahwa Santo Valentinus dari Roma adalah martir dan orang kudus historis.

Dalam tradisi kekristenan nama bayi atau orang Kristen Katolik diberi sesuai tanggal pesta atau peringatan orang-orang kudus atau santo/santa.

Misalnya, ketika seorang bayi lahir dan kebetulan saat itu gereja memperingati atau merayakan pesta Santo Albertus, maka nama baptisnya adalah Albertus atau Alberta kalau perempuan. Atau Valentinus dan Valentina.

Dalam tata bahasa Latin, akhiran –us adalah jantan (pria) dan akhiran –a adalah betina (perempuan), dan bahasa Latin adalah bahasa resmi gereja.

Valentinus bisa jadi berasal dari kata kerja valere, yang berarti kekuatan dan menjadi valentinus yang berarti orang kuat atau mempunyai kekuatan.

Dalam perjalanan waktu, Valentine’s Day menjadi populer dengan Hari Kasih Sayang.

Kira-begitu. Lalu lima sahabat itu diam. Mereka sepakat bahwa Hari Valentin harus dirayakan tiap hari. Harus baku polo, baku sayang dan baku hormat. Sambil berdoa. []

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!