Nabire, Kalawaibumiofi. com | Pemerintah Provinsi Papua Tengah (Pemprov PT), menggelar ibadah syukur dan talkshow 1 Tahun kepemimpinan Gubernur Meki F. Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley. Kegiatan berlangsung di Ballroom, Kantor Gubernur Papua Tengah, Kompleks Bandara Lama Nabire, Jumat (20/02/2026).
Ibadah dipimpin oleh Pdt. Leon Wairara, S. Th, dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur, Kapolda Papua Tengah, anggota Forkopimda dan tamu undangan lainnya. Pdt. Leon Wairara menyampaikan khotbah bertema “Jangan Melupakan Tuhan dalam Kehidupan”.
Dari bacaan injil, Yakobus 4:13-17, ia menekankan agar Tuhan dilibatkan dalam setiap perencanaan hidup. Beberapa poin penting dalam khotbahnya yakni :
– Tidak Tahu Masa Depan : Kita tak tahu apa yang terjadi besok (Yakobus 4:14), hanya Tuhan yang tahu, seperti Yeremia 29:11 yang menjanjikan rancangan damai sejahtera.
– Hidup Sementara : Hidup seperti uap yang lenyap cepat (Yakobus 4:14), umur hanya 70-80 tahun (Mazmur 90:10), tapi Tuhan janjikan hidup kekal (Yohanes 3:16).
– Ketahui Kehendak Tuhan: Prioritaskan kehendak Allah di atas kehendak manusia atau setan (Yohanes 10:10), dengan ucapan “Jika Tuhan menghendaki”.
– Hindari Kesombongan : Rencana tanpa Tuhan adalah congkak dan salah (Yakobus 4:16); rendah hati tarik Roh Kudus, seperti air yang mengalir ke tempat rendah.
– Lakukan Kebaikan : Tahu baik tapi tak dilakukan adalah dosa (Yakobus 4:17); segala kesuksesan dari Tuhan, khususnya bagi pemimpin Papua.
Pdt. Leon, mengajak merenungkan dan melakukan Firman Tuhan agar diberkati, terutama para pemimpin rumah tangga dan Papua untuk melayani dengan rendah hati.
Sepotong Kisah Andy F. Noya Semasa Sekolah di Jayapura
Saat memulai talkshow, Andi F. Noya merasa bahagia karena diundang dan dilibatkan dalam acara tersebut, kisahnya bermula di Jayapura.
Dengan keterpurukan yang dialaminya bersama bapaknya di sana, ia kemudian hijrah ke Jakarta setelah bapaknya meninggal dan dimakamkan di Jayapura.
Di Jakarta, Andi tinggal dan memulai kariernya sebagai wartawan di Majalah Tempo sejak 1985, lalu di BBC Indonesia, Harian Media Indonesia, RCTI, dan akhirnya Metro TV.
“Di Jakarta saya tinggal dengan kakak. Tapi saya sebenarnya anak Papua. Saya meninggalkan Papua memang cukup lama, tahun 1978. Saat ayah saya meninggal dan dimakamkan di Abepura. Karena tidak ada biaya sekolah lagi, saya ikut kakak di Jakarta. Jadi, saya ini anak STM Jayapura, jurusan mesin,” demikian nostalgia Andi Noya.
Kini, anak STM Jayapura ini memiliki segudang kegiatan. “Baru kali ini saya diundang untuk menagih komitmen dari pimpinan daerah terhadap janji-janji mereka saat kampanye. Janji-janji yang biasanya dilupakan setelah menjabat. Tapi, kita dengarkan nanti bagaimana komitmen dan janji itu diperbarui hari ini, dan ini direkam. Itu yang saya suka,” ungkapnya.
“Jadi, saya menghargai. Hari ini saya diundang untuk mewakili mungkin sebagian masyarakat yang ingin tahu bagaimana komitmen pemerintahan di Papua Tengah. Dan tentu saja, orang yang berhak menjelaskan adalah gubernur dan wakil gubernur,” sambungnya.
Komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah
Pemprov Papua Tengah di bawah kepemimpinan Gubernur Meiko F. Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley untuk periode 2025 – 2029 telah menetapkan enam pilar utama, yakni : pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi, konektivitas, serta infrastruktur.
Pilar-pilar ini menjadi fondasi bagi langkah nyata membangun Papua Tengah yang maju, berdaya saing, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat. Tahun 2025 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Meskipun singkat, dalam satu tahun ini telah terlihat kerja keras, kolaborasi, dan komitmen nyata dari seluruh elemen pemerintahan.
Mulai dari penataan pemerintahan, penguatan kelembagaan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan pelayanan publik di berbagai sektor—semua dilakukan untuk menghadirkan perubahan yang terasa langsung oleh masyarakat.
Talkshow ini dijadikan refleksi untuk meninjau perjalanan satu tahun kinerja, memperkuat arah pembangunan, dan meneguhkan komitmen bersama. Dalam mewujudkan Papua Tengah yang lebih maju, adil, dan sejahtera, semangat serta kolaborasi kita hari ini akan menjadi energi untuk langkah besar ke depan.
Di atas tanah ini, kita berdiri bukan hanya untuk berjanji, tapi untuk mewujudkan kebenaran. Dengan restu Tuhan dan dukungan masyarakat, kami melangkah membawa satu visi: menjadikan Papua Tengah sebagai provinsi yang mandiri dan bermartabat.
Visi dan Misi Pembangunan
MEGE ADALAH mewujudkan Papua Tengah emas, adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Misi besar yang terukur meliputi :
– Peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan tuntas dan berkualitas.
– Kesehatan, yang memastikan setiap nyawa berharga, dengan layanan di seluruh fasilitas kesehatan.
– Perekonomian kerakyatan: menghidupkan pasar, mendukung UMKM, dan mengelola kekayaan alam untuk kemakmuran masyarakat.
– Membuka keterisoliran dengan infrastruktur terkoneksi dari dataran rendah hingga pegunungan.
– Tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani.
Visi – misi, adalah arah pembangunan dan komitmen yang menjadi pijakan seluruh kebijakan serta program kerja selama lima tahun ke depan. [*]
