Nabire, Kalawaibumiofi.com | Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Tengah, dr. Silwanus A. Soemoele, menyerahkan seluruh delapan Kabupaten di wilayah ini, agar terus menjaga stabilitas harga serta mencegah terjadinya inflasi. Langkah ini meliputi serangkaian upaya mulai dari penyuluhan kesadaran hingga intervensi pasar yang mendesak.
Hal tersebut tersebut disampaikannya dr. Soemoele kepada awak media usai apel Gabungan TNI POLRI dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah di lapangan Apel Gubernur, Bandara Lama Nabire, pada Kamis (12/03/2026).
Menurut Sekda dr. Soemoele, upaya awal dimulai dengan meningkatkan kesadaran pada tingkat bawah, bukan dengan penindakan langsung. Namun, jika langkah tersebut tidak efektif, akan ada Langkah -l angka berikutnya yang akan dijalankan.
“Kita mulai dulu dengan kesadaran, jadi dilakukan dari bawah. Ini bukan kita yang tangkap orang, tapi mulai dengan yang di bawah, tapi kalau tidak bisa ya, itu ada Langkah – Langkah selanjutnya,” ujarnya.
Plt. Sekda juga menyampaikan bahwa salah satu faktor yang dapat menyebabkan kenaikan harga adalah adanya selektivitas dalam pengiriman barang ke wilayah Papua Tengah. Oleh karena itu, intervensi pasar perlu dilakukan secara mendesak dengan mendorong setiap Kabupaten dan Kota untuk menjalankan operasi pasar sendiri seperti pasar murah dan program serupa.
“Ketika mereka mengirim barang datang ke sini, kadang – kadang pilih sehingga harga bisa naik. Tapi tetap intervensi kita lakukan mendesak, mendorong kepada Kabupaten Kota untuk melakukan operasi masing-masing dengan pasar murah dan sebagainya,” tandasnya.
Lanjutnyam upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga kondisi ekonomi wilayah agar tetap stabil.
“Mulai dari teguran pertama kedua hingga ketentuannya, saya harus pastikan lagi ke masing – masing kepala umum. Terima kasih untuk ini, kami pastikan disiplin tetap berjalan,” ujarnya. [*]
