Manokwari, Kalawaibumiofi | Persiapan pelaksanaan Konferensi Sinode (KONSIN) XII Gereja Kemah Injil (KINGMI) di Tanah Papua dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.
Konferensi yang dijadwalkan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 16–21 November 2026 itu mengusung tema “Berubah untuk Menjadi Kuat”.
Ketua Panitia KONSIN XII, Ir. Jemmy Pigome, S.T., M.Ling., mengatakan, Panitia terus mematangkan berbagai kebutuhan, mulai dari pendataan peserta, akomodasi, transportasi, konsumsi, publikasi dan dokumentasi, hingga keamanan serta pelayanan kesehatan.
“Persiapan kami (panitia) sudah 80%,” kata ketua Panitia, Ir. Jemmy Pigome kepada Kalawaibumiofi, Minggu (12/10/2026) malam.
Menurutnya, Ia bersama Sekretaris Panitia, Yeri Daniel Blegur, S.Sos., mengoordinasikan persiapan lintas seksi agar seluruh kebutuhan dapat diselesaikan sebelum konferensi berlangsung.
Panitia menggelar rapat rapat persiapan hari ini (12/10) yang dihadiri oleh Koordinator Sinode KINGMI Papua Barat, Pdt. Nus Bolhuy, S.Th., dan Ketua Klasis Sorong-Fakfak, Pdt. Spenyer Momot. Kehadiran pimpinan gereja itu menjadi bagian dari koordinasi untuk mendukung kesiapan pelaksanaan konferensi.
“Barusan juga kami rapat dan rapat ini melalui zoom karena teman-teman masih di daerah masing-masing. tujuannya kami terus berkoordinasi dan memastikan bahwa semua tahapan persiapan berjalan lancar,” tuturnya.
Dijelaskan, untuk Pendataan peserta menjadi salah satu fokus utama panitia. Hal ini berkaitan langsung dengan kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, perlengkapan peserta, dan pengamanan.
Peserta akan dikelompokkan berdasarkan status keikutsertaan, antara lain peserta yang memiliki hak suara, peserta tanpa hak suara, peninjau, undangan, dan tamu resmi.
“Jadi panitia meminta setiap klasis dan koordinator wilayah menyampaikan daftar nama peserta secara resmi. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh delegasi terdata dengan baik serta mencegah ketidaksesuaian identitas peserta,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal peserta, panitia telah melakukan survei terhadap sejumlah asrama dan hotel di Manokwari. Beberapa asrama masih membutuhkan pembenahan fasilitas, termasuk pengecatan serta perbaikan pintu dan lantai.
Koordinasi dengan pengelola hotel terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan kamar sesuai jumlah peserta yang terdata. Penentuan kebutuhan akomodasi akan disesuaikan dengan hasil pendataan terakhir.
“Kami akan memprioritaskan fasilitas yang disediakan bagi peserta resmi KONSIN XII. Sementara itu, kebutuhan keluarga atau tamu pribadi di luar daftar peserta menjadi tanggung jawab masing-masing,” ungkapnya.
Di sektor transportasi, Ia menerangkan bahwa panitia akan menyiapkan dukungan angkutan laut dan darat untuk membantu mobilisasi peserta dari berbagai wilayah menuju Manokwari.
“Kita terus berkoordinasi dengan Perusahaan Umum DAMRI, penyedia kendaraan lainnya, dan Dinas Perhubungan dilakukan untuk mendukung kelancaran transportasi selama konferensi,” terangnya.
Seksi konsumsi terus mematangkan kesiapan dapur dan sistem pelayanan makanan. Sejumlah titik dapur direncanakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi selama kegiatan.
Ia memaparkan, untuk menu akan disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan peserta serta pemanfaatan bahan pangan lokal Papua. Panitia juga merencanakan kegiatan bakar batu sebagai bagian dari rangkaian konsumsi, terutama pada momentum pembukaan dan penutupan konferensi.
“Sehingga jumlah makanan akan disesuaikan dengan data peserta resmi agar kebutuhan konsumsi dapat dihitung secara tepat dan penggunaan anggaran terkendali,” papar Ir. Jemmy Pigome.
Panitia memperkuat publikasi dan dokumentasi untuk mensosialisasikan pelaksanaan KONSIN XII kepada warga KINGMI di berbagai wilayah Tanah Papua.
Sekretaris Panitia Yeri Daniel Blegur menambahkan, untuk publikasi direncanakan melalui video ajakan dari tokoh gereja dan koordinator wilayah, serta pemasangan baliho, spanduk, dan X-banner di sejumlah lokasi strategis, seperti bandara, pelabuhan, jalur utama, lokasi kegiatan, dan kawasan akomodasi peserta.
“Panitia juga akan menjajaki kerjasama dengan media lokal untuk mendukung pemberitaan serta kemungkinan siaran langsung pada agenda utama konferensi,” tambah Blegur.
Sedangkan untuk seksi keamanan, kata dia, menjadi salah satu aspek yang dipersiapkan panitia mengingat jumlah peserta dan tamu yang diperkirakan hadir. Koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait terus dilakukan, termasuk untuk memenuhi persyaratan administrasi dan perizinan kegiatan.
Verifikasi data peserta juga dipersiapkan untuk mendukung pengaturan akses pada agenda tertentu sehingga kegiatan dapat berlangsung tertib sesuai ketentuan.
“Dengan progres persiapan yang dilaporkan mencapai sekitar 80 persen, panitia menargetkan seluruh kebutuhan yang masih tersisa dapat diselesaikan sebelum konferensi dimulai,” ungkapnya.
Jemy Pigome dan Yeri Daniel Blegur terus mengkoordinasikan pekerjaan setiap seksi, terutama yang berkaitan dengan pendataan peserta, kesiapan akomodasi, transportasi, konsumsi, publikasi, dan keamanan.
Dukungan Koordinator Sinode KINGMI Papua Barat, Pdt. Nus Bolhuy, dan Ketua Klasis Sorong-Fakfak, Pdt. Spenyer Momot, juga diharapkan memperkuat koordinasi pelaksanaan konferensi.
KONSIN XII KINGMI di Tanah Papua diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mengevaluasi pelayanan, dan meneguhkan komitmen gereja dalam melayani masyarakat.
Melalui tema “Berubah untuk Menjadi Kuat”, konferensi ini diharapkan menghasilkan keputusan yang mendukung penguatan pelayanan KINGMI serta mempererat persekutuan warga gereja di Tanah Papua. [*]
