Lintas Papua Tengah

Politik Sudah Selesai, Gubernur Meki Ajak Bangun Daerah Bersama

4
Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa (Tengah) saat menuju lokasi peletakan batu pertama pembangunan asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi di Mapia, Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026). Senin (7/9/2026), – Dok Untuk Kalawai.

Moanemani, Kalawaibumiofi.com |    Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., menegaskan bahwa masa persaingan politik telah berakhir. Kini seluruh putra-putri dan masyarakat Papua Tengah harus bersatu membangun daerahnya sendiri. Ajakan itu disampaikan Gubernur saat peletakan batu pertama pembangunan asrama SMP YPPK St. Fransiskus Asisi di Mapia, Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026).

“Saya bisa datang ke sini (Dogiyai) karena pak bupati [dan masyarakat] setuju. Kalau masyarakat dan pemerintah kabupaten tidak setuju, tidak mungkin saya datang ke sini. Politik sudah selesai, hari ini Yudas Tebai adalah Bupati Dogiyai, Yuliten Anouw adalah Wakil Bupati Dogiyai, dan Meki Nawipa, Gubernur Papua Tengah. Kini saatnya kita bersama membangun negeri ini. Saya merasa ini penting sekali dan kita akan meletakkan dari sini,” kata Gubernur Nawipa.

Sekolah Terintegrasi SD–SMP–SMA, Pengelolaan Bersama Provinsi dan Kabupaten

Gubernur menegaskan bahwa kini anak-anak Papua Tengah telah menjadi pemimpin di negerinya sendiri — kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk membangun daerah. Ia mengajukan gagasan pengelolaan pendidikan bersama antara pemerintah kabupaten dan provinsi.

“Kita berharap ke depan dengan sekolah ini tadi saya sudah bicara dengan pak bupati bagaimana kalau ada sekolah terintegrasi SD, SMP dan SMA diambil alih pengelolaannya oleh gubernur (pemerintah provinsi), supaya ada yang bupati kerja ada yang gubernur kerja,” ucapnya.

Tanpa Palang dan Pungutan, Jalan dan Fasilitas untuk Semua

Gubernur mengapresiasi Bupati Dogiyai Yudas Tebai yang telah membangun infrastruktur jalan di wilayah pegunungan — sebuah terobosan yang luar biasa. Namun ia meminta satu hal tegas dari masyarakat: jangan pernah memalang jalan maupun fasilitas umum yang sudah dibangun pemerintah.

“Karena kalau [jalan] sudah aspal semua, kita dari sini ke Moanamani mungkin 5 menit. Tapi karena tidak ada aspal bisa sampai 30 menit. Saya harap pembangunan yang sudah ada, termasuk pengaspalan jalan yang sudah dikerjakan bupati ini, kita dukung terus ke depan. Kalau aspal sudah sampai di sini, listrik sudah sampai di sini, kita cari apa? Listrik sudah ada, jalan sudah diaspal, bangunan sudah ada, telepon sudah ada. Bisa video call dan lainnya,” ujarnya.

Gubernur juga menegaskan komitmen pembangunan sekolah berpola asrama yang lengkap fasilitasnya — tempat tidur, kasur, dan kebutuhan lainnya. Namun satu syarat mutlak: tidak boleh ada palang maupun pungutan di kemudian hari.

“Yang penting orang yang punya tanah ini jangan seperti di tempat lain, setelah dibangun, palang, itu yang tidak boleh. Setelah bangun lanjutkan bagaimana membuat sesuatu lanjutkan. Kalau setelah kita bangun [kemudian] dipalang, itu yang membuat kita tidak maju. Saya tidak perlu bicara banyak. Kita akan lihat hasilnya. Kita akan mulai bangun dalam waktu dekat. Masyarakat dukung, tidak boleh palang. Tidak boleh minta-minta uang permisi, karena ini untuk pembangunan masyarakat sendiri jadi masyarakat harus kawal,” tegasnya.

Jaga Kebersihan dan Kesehatan: Larangan Pinang dan Alkohol Diapresiasi

Gubernur juga memuji masyarakat Dogiyai yang telah menerapkan larangan makan pinang dan minuman beralkohol di kawasan tertentu. Ia meminta agar hal itu terus dijaga dan dikonsisten.

“Kita tidak makan pinang tidak apa-apa. Mabuk itu tidak boleh karena itu bukan kita punya minuman. Ini bukan tebu [atau] air di sungai ini. Ini yang merusak negeri kita ke depan. Saya berterimakasih kepada masyarakat di sini, sudah membatasi tidak boleh mabuk tidak boleh makan pinang. Kalau dijaga terus kita akan maju ke depan,” kata Gubernur.

Jalan, Sekolah, dan Pasar Moanamani — Agar Mama-Mama Bisa Berdagang Layak

Berbagai agenda pembangunan lainnya juga telah dibicarakan, termasuk pembangunan jalan, sekolah, dan pasar di Moanamani agar para mama-mama bisa berjualan dengan baik, tidak lagi berjualan di pinggir jalan.

“Mapia kasi saya 30 ribu suara, 100 persen di seluruh lini dan gabungan dari Dogiyai 67 ribu suara. Suara ini saya tidak kasi uang, tapi saya kasi pembangunan. Injil dari sini menuju ke timur, pendidikan dari sini menuju ke timur, dan sekarang kita bangun dari sini menuju ke timur. Tuhan memberkati Mapia, Tuhan memberkati negeri ini. Kita akan kerja untuk rakyat, untuk pembangunan, untuk bagaimana negeri maju,” ucap Gubernur Nawipa.


Kunjungan Bersejarah, Dukungan Penuh Kepemimpinan Baru

Sementara itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai menyambut baik kunjungan tersebut — Gubernur Nawipa adalah gubernur kedua yang berkunjung ke wilayah itu, setelah Gubernur Barnabas Suebu pada masa lalu saat Provinsi Papua belum dimekarkan.

“Ini adalah momentum bersejarah demi pengembangan dan pembangunan di Dogiyai dan kami sampaikan terimakasih dan apa pun kebijakan gubernur kami dukung dan kami sampaikan terimakasih untuk perhatiannya,” kata Yudas Tebai. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version