Lintas Papua Tengah

Selain Sektor Pertambangan, ini yang dibidik KADIN Papua Tengah

57
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobai (tengah), dalam jumpas pers bersama awak media di Nabire, Selasa (24/02/2026), – Kalawai/Yan Betai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobai mengungkapkan, organisasi yang dipimpinnya berkomitmen melakukan terobosan ekonomi.

Terobosan dimaksud adalah mengesampingkan ketergantungan di bidang pertambangan, laku beralih ke potensi lokal yang berkelanjutan. Misalnya bisa perikanan, perkebunan, dan pertanian.

“Di awal tahun 2026 ini, KADIN Papua Tengah resmi tancap gas, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat,” ungkap Gobai kepada awal. awak media di Kantornya, Selasa (24/02/2026).

Momentum awal tahun merupakan titik awal bagi para pelaku ekonomi di Papua Tengah untuk bergerak. Gobai menegaskan, strategi pengembangan ekonomi ini telah dirumuskan bersama para tokoh masyarakat, pemuda, agama, hingga pakar ekonomi.

“Di awal tahun ini kita mau take off. Kita mau mulai melakukan banyak terobosan – terobosan, guna mendukung visi misi Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur di sektor ekonomi,” tegas Gobai.

menurut Gobai, Papua Tengah dicaplok sebagai wilayah yang memiliki potensi tambang yang besar. Padahal ada potensi lain yang tidak kalah dari tambang jika ditunjang dengan kerja keras dan komitmen.

Hal ini memiliki nilai tambah di luar Tambang. Sehingga KADIN Papua Tengah berupaya menghadirkan nilai tambah (value added) dari sektor lain, agar ekonomi rakyat lebih berdaya saing.

“Ini upaya yang kami lakukan agar kita tidak fokus di satu bilang. Karena jangan lupa, bidang lain juga memiliki potensi besar dan berkelanjutan,” tuturnya.

Beberapa sektor prioritas yang hendak digarap antara lain, sektor perikanan, Perkebunan, pertanian serta perikanan.

Di sektor perikanan, diupayakan optimalisasi hasil laut di wilayah Papua, mengingat hasil laut juga sangat melimpah. Untuk sektor Perkebunan, mendorong komoditas unggulan daerah agar menembus pasar yang lebih luas. Sedangkan untuk sektor pertanian, memperkuat ketahanan pangan lokal melalui pemberdayaan petani.

“Langkah ini penting agar para pelaku ekonomi di provinsi ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi motor penggerak utama dalam pemanfaatan kekayaan alam selain emas dan mineral,” jelasnya.

Lanjut dia, keberhasilan rencana “take off” akan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.

Maka keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama menjadi kunci agar kebijakan ekonomi yang diambil mendapat dukungan penuh dari akar rumput.

“Kami berharap, seluruh elemen pelaku usaha di Papua Tengah dapat bersinergi dengan pemerintah daerah guna mewujudkan kemandirian ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh wilayah provinsi baru tersebut,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version