Hukum dan Kriminal

Sempat Dirawat 36 Hari, Aliko Walia, Anak 7 Tahun Korban Operasi Militer di Puncak Jaya, Meninggal Dunia

3
Almarhum Aliko Walia (7) Tahun korban insiden penembakan yang terjadi di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak Jaya, – Dok Untuk Kalawai.

Puncak Jaya,  Kalawaibumiofi.com |   Seorang anak berusia 7 tahun bernama Aliko Walia, korban insiden penembakan yang terjadi di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak Jaya, meninggal dunia pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 02.00 dini hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mulia. Anak kecil ini menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan medis selama 36 hari akibat luka tembus di bagian dada yang dideritanya.

Berdasarkan kronologi kejadian yang dihimpun, peristiwa nahas itu bermula pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 16.40 WIT. Saat itu, Aliko menjadi salah satu korban dalam situasi operasi militer yang berlangsung di wilayah Distrik Kemburu. Ia mengalami luka serius setelah terkena amunisi yang menembus bagian dadanya. Seusai kejadian, Aliko segera dirujuk dan dibawa oleh kedua orang tuanya ke RSUD Mulia untuk mendapatkan penanganan medis secepatnya.

Selama lebih dari satu bulan, tepatnya 36 hari, ayah dan ibu Aliko terus berjuang dan berharap sang anak dapat diselamatkan, pulih kembali, dan bisa bermain layaknya anak-anak seusianya. Namun, harapan itu harus pupus seiring berita duka yang datang pada dini hari kemarin. Jasad Aliko kemudian disemayamkan dan prosesi pembakaran jenazah dilaksanakan pada sore harinya, sekitar pukul 15.25 WIT.

Kepergian Aliko Walia mendatangkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, maupun masyarakat luas yang menaruh perhatian pada situasi kemanusiaan di wilayah pegunungan tengah Papua. Tangis kesedihan orang tua yang kehilangan putra semata wayangnya menjadi gambaran nyata penderitaan rakyat sipil yang menjadi korban dari konflik berkepanjangan di tanah Papua.

Dengan meninggalnya Aliko, jumlah korban jiwa akibat operasi militer di wilayah tersebut bertambah satu, dari sebelumnya tercatat 12 orang kini menjadi 13 orang.

Melalui pernyataannya, Selpi Tabuni yang menyampaikan informasi ini berharap agar korban-korban lain yang masih menjalani perawatan di rumah sakit dapat diselamatkan dan dipulihkan kondisinya, sehingga tidak ada lagi kabar duka serupa yang terus bertambah.

“Seorang anak kecil seharusnya hidup dengan bermain, belajar, dan merasakan kasih sayang keluarga, bukan menjadi korban kekerasan dan kehilangan masa depannya,” ujarnya.

Turut berduka cita sedalam-dalamnya disampaikan kepada keluarga besar Aliko Walia. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan yang sangat berat ini. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version