Lintas Papua Tengah

Senyum Anak-Anak Mimika dan Hangatnya Kepedulian Satgas ODC

23
Suasana hangat di rumah yatik Dyu”Afa, Selasa (10/03/2026), – Kalawai/Dok Humas Satgas ODC.

Mimika, Kalawaibumiofi.com | Pagi itu, suasana di Rumah Yatim dan Dhuafa Baiturrosul di Jalan Maleo, Wonosari Jaya, Mimika Baru, terasa berbeda dari biasanya. Tawa anak-anak pecah saat personel Operasi Damai Cartenz 2026 datang berkunjung, Selasa (10/03/2026).

Bukan sekadar membawa bantuan, mereka hadir membawa kehangatan, perhatian, dan pesan sederhana: bahwa negara selalu ada untuk masyarakatnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin oleh Kasatgas Bantuan Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Bambang Widiatmoko, S.H., M.M., bersama sejumlah personel satgas yang turut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak panti.

Satu per satu anak-anak mendekat. Ada yang menggenggam tangan personel, ada yang tak ragu bercanda dengan wajah penuh rasa ingin tahu. Suasana yang tercipta jauh dari kesan formal.

Yang terlihat adalah kebersamaan yang hangat—pertemuan tulus antara aparat negara dan anak-anak yang menyambut mereka dengan hati terbuka.

Dalam kunjungan tersebut, Satgas menyerahkan bantuan berupa beras, telur, mi instan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya kepada pengelola yayasan. Namun bagi anak-anak di panti, kehadiran para personel bukan sekadar tentang bantuan yang dibawa.

Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian dan perhatian, bahwa mereka tidak berjalan sendiri.

Kehangatan yang sama kembali terasa ketika rombongan melanjutkan kunjungan ke Yayasan Cinta Kasih Bunda di Jalan Jalur 3, Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru. Senyum anak-anak menyambut kedatangan para personel. Obrolan ringan, candaan, dan tawa bersama menghadirkan suasana penuh keakraban dan sukacita.

Di tengah berbagai dinamika yang dihadapi Papua, pendekatan kemanusiaan seperti ini menjadi pesan penting: kehadiran negara tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk merawat harapan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa nilai kemanusiaan menjadi fondasi utama dalam setiap langkah operasi di Papua.

Menurutnya, keamanan sejati tidak hanya lahir dari stabilitas situasi, tetapi juga dari kedekatan, rasa percaya, dan kepedulian antara aparat dan masyarakat.

“Kehadiran negara harus bisa dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya dalam bentuk pengamanan, tetapi juga melalui perhatian dan kepedulian. Kami ingin masyarakat Papua merasakan bahwa aparat hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat yang selalu ada untuk mereka,” tegasnya.

Ia menambahkan, anak-anak Papua adalah harapan masa depan yang harus dijaga bersama. Karena itu, setiap langkah kecil yang menghadirkan senyum dan harapan bagi mereka menjadi bagian penting dalam membangun Papua yang damai.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Papua tumbuh dengan rasa aman dan penuh harapan. Ketika negara hadir dengan hati, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari situlah kedamaian sejati dapat dibangun,” tambahnya.

Bagi anak-anak di Rumah Yatim Baiturrosul dan Yayasan Cinta Kasih Bunda, kunjungan hari itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun kehangatan yang mereka rasakan meninggalkan kesan mendalam.

Di balik senyum dan tawa yang terukir pagi itu, tersimpan pesan sederhana namun bermakna: di tanah Papua, negara senantiasa berusaha hadir membawa kedamaian, merawat harapan, dan menjaga masa depan generasi penerusnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version