Budaya

“Toya Agiya” Lolos Sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional, Dogiyai Siap Laju ke UNESCO

2

“Toya Agiya” Lolos Sebagai
Dogiyai, Kalawaibumiofi.com | Upaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kabupaten Dogiyai sejak awal tahun 2026 membuahkan hasil manis. Tradisi ‘Toya Agiya’ resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Tingkat Nasional. Pengakuan ini diraih setelah proses panjang pengumpulan data, verifikasi administrasi, dan sidang penetapan yang berlangsung pada akhir Agustus hingga awal September 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Budpar Kabupaten Dogiyai, Natan Tebai, menyampaikan bahwa keberhasilan ini berkat kerja keras seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan bahan nominasi. Selama tujuh bulan, tim menyusun materi berupa rekaman video, foto, dan dokumen lengkap mengenai Toya Agiya, sekaligus melakukan konsultasi intensif dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Jayapura.

“Selama tujuh bulan kami berjuang menyusun bahan dan berkoordinasi. Alhamdulillah, pada akhir Agustus kami dinyatakan lolos administrasi, dan pada sidang penetapan awal September ini Toya Agiya resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional,” ujar Natan, Sabtu (5/9/2026).

Pihaknya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Bidang Kebudayaan Denny Tenouye, seluruh masyarakat Kabupaten Dogiyai, para penggiat noken, Balai Pelestarian Nilai Budaya Papua, serta Maestro Noken Papua, Titus Peke. Keberhasilan ini disebut sebagai hasil kerja sama dan gotong royong semua pihak.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, khususnya Bidang Kebudayaan, Denny Tenouye, seluruh rakyat Dogiyai, penggiat noken, Balai Kebudayaan Papua, dan Sang Maestro Noken Papua Titus Peke. Toya Agiya ditetapkan sebagai WBTB Nasional berkat kerja keras dan dukungan semua pihak,” tegas Natan.

Prestasi ini selanjutnya akan dilaporkan kepada Bupati Dogiyai sebagai capaian penting dari Dinas Budpar Kabupaten Dogiyai. Pengakuan nasional ini menurut Natan, bukan akhir, melainkan awal dari perjuangan yang lebih besar, mendaftarkan Toya Agiya sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia UNESCO.

“Hasil ini akan kami laporkan kepada Bupati Dogiyai sebagai prestasi yang diperoleh dari Dinas Budpar. Selanjutnya Toya Agiya akan kami perjuangkan lagi agar dapat lulus dan diakui oleh UNESCO. Untuk itu, kami mohon dukungan seluruh pihak,” tuturnya.

Diharapkan Bupati Dogiyai dapat menetapkan Toya Agiya sebagai identitas daerah yang memberi kehidupan bagi seluruh lapisan masyarakat — tidak hanya warga Dogiyai, tetapi juga memberi warna dan dampak bagi seluruh dunia.

“Semoga Bupati menetapkan Toya Agiya Dogiyai sebagai sesuatu yang memberikan kehidupan pada semua kalangan. Bukan hanya orang Dogiyai, melainkan memberikan warna dan dampak untuk seluruh dunia,” pungkasnya. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version