Berita

Waket II DPR Papua Tengah: Aspirasi Harus Disampaikan Secara Damai, Aman, dan Bermartabat

4
Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Petrus Ishak Suripatty. Senin (11/5/2026), – Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, Petrus Ishak Suripatty, menegaskan bahwa penyampaian kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat merupakan pilar penting dalam sistem demokrasi yang wajib dijaga keberadaannya. Meski demikian, ia berharap seluruh proses penyampaian hak pendapat tersebut dilakukan secara damai, aman, tertib, terarah, dan tetap menjaga martabat bersama demi kenyamanan semua pihak.

Pernyataan itu disampaikan Petrus saat menerima audiensi dan aspirasi dari perwakilan Forum Peduli Keamanan Masyarakat Nabire. Pertemuan berlangsung di ruang sidang Kantor DPR Papua Tengah, Jalan Pepera, Nabire, Senin (11/5/2026).

Petrus menyampaikan apresiasi tinggi terhadap pola penyampaian aspirasi yang dilakukan melalui jalur dialog resmi di dalam ruangan. Menurutnya, cara ini jauh lebih nyaman, efektif, dan bermakna dibandingkan menggelar aksi unjuk rasa berjam-jam di bawah terik matahari yang berpotensi menimbulkan kerawanan.

“Kami sama sekali tidak bermaksud membatasi kelompok masyarakat mana pun yang ingin datang menyampaikan kritik atau aspirasi. Namun, yang kami harapkan adalah semuanya dilaksanakan secara damai, aman, dan tertib. Demokrasi itu indah jika disampaikan dengan cara yang beradab,” ujar mantan Rektor Uswim ini.

Ia menjelaskan, pola dialog di ruang yang layak dan nyaman membuat isi aspirasi dapat tersampaikan dengan lebih jelas dan terarah. Di sisi lain, pihak penerima aspirasi pun dapat menyimak, memahami, dan merespons dengan baik tanpa terganggu oleh kondisi cuaca maupun situasi yang tidak terkendali. Model komunikasi seperti ini nilainya patut dipertahankan dan dibudayakan ke depan, agar kebebasan menyampaikan pendapat tetap terjamin namun ketertiban umum pun tetap terjaga.

Selain membahas mekanisme penyampaian pendapat, Petrus juga mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah, khususnya yang bermukim di Nabire, untuk terus memelihara dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada.

Ia menegaskan, keberagaman suku, agama, dan budaya bukanlah faktor yang memecah belah, melainkan kekuatan besar yang mempersatukan kita semua dalam bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tidak mungkin hanya dengan satu warna saja sesuatu menjadi indah. Tetapi kalau disusun dengan banyak warna, pasti akan terlihat jauh lebih indah dan bermakna. Begitu juga dengan kita,” ungkapnya menggambarkan keberagaman.

Lebih jauh, ia mengingatkan agar nilai-nilai kebhinekaan senantiasa dijunjung tinggi sebagai bagian tak terpisahkan dari empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Petrus berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus berperan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Nabire. Setiap aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah maupun lembaga legislatif diharapkan senantiasa mengedepankan prinsip dialog, persatuan, serta semangat kebhinekaan. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version