Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Tanah Papua

Satgas MBG dan Korwil BGN Nabire Hadiri Rakor Persiapan Pembangunan SPPG Polri (3T) di Polres Nabire

37
×

Satgas MBG dan Korwil BGN Nabire Hadiri Rakor Persiapan Pembangunan SPPG Polri (3T) di Polres Nabire

Sebarkan artikel ini
Koordinator Wilayah Badan gizi Nasional, Marsel Asyerem, Rabu (11/02/2026), – Kalawai/Ist.
Example 468x60
Pertemuan Satgas MBG dan Korwil BGN Nabire Hadiri Rakor Persiapan Pembangunan SPPG Polri (3T) di Polres Nabire

Nabire, Kalawaibumiofi. com |  Koordinator Wilayah Badan gizi Nasional, Marsel Asyerem, secara resmi mengajak para investor lokal di Kabupaten Nabire untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Rabu, (11/02/2026).

“Fokus utama kolaborasi ini diarahkan pada pembangunan infrastruktur dapur di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui program unggulan Dapur SPG Polri,” ujar Asyerem.

Example 300x600

Dikatakan, dalam rapat koordinasi yang digelar, menitik beratkan pentingnya keterlibatan pengusaha daerah, agar proyek nasional tidak hanya membawa dampak pembangunan fisik, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Dia juga bilang bahwa kesiapan berbagai pihak saat ini sudah mulai terlihat dalam menyambut agenda besar tersebut.

“Kami butuh koordinasi dan kerja sama supaya melibatkan para investor lokal yang ada di Nabire,” katanya.

“Mereka juga harus bisa turut ambil bagian dan merasakan manfaat dari proyek ini,” ujar Marsel saat membuka rapat,” tambah Asyerem.

Pertemuan tersebut berfungsi sebagai wadah sinkronisasi awal untuk menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan, terutama terkait pelaporan dan persiapan administratif.

ia mengklaim, Badan Gizi Nasional merencanakan adanya pertemuan lanjutan guna membahas detail teknis serta mekanisme implementasi proyek di lapangan.

“Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa standar pembangunan dapur di wilayah 3T memenuhi kualifikasi yang ditetapkan dalam program Dapur SPG Polri,” terangnya.

lanjutnya, melalui keterlibatan investor lokal, diharapkan proses distribusi logistik dan pembangunan di titik-titik sulit dapat berjalan lebih efektif karena memanfaatkan keahlian dan jaringan yang sudah ada di daerah.

“Program ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi percepatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua Tengah, khususnya Nabire,” harap Asyerem. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!