Nabire, Kalawaibumiofi.com I Suku Besar Yerisiam Gua bersama Sub Suku Sarakwari menggelar pertemuan perdana untuk membahas mekanisme pemilihan Ketua Koperasi Plasma Sawit Sarakwari, pasca meninggalnya Ketua Koperasi sebelumnya, Alm. Albertus Nanaor.
Pertemuan berlangsung di bawah rindangnya pepohonan besar di Kampung Sima, Jumat (14/11/2025), dan dihadiri puluhan warga dari berbagai marga.
Warga duduk berkelompok di bangku kayu sederhana, sementara tokoh adat dan pengurus koperasi duduk di bagian depan, di meja yang ditutupi kain biru.
Pertemuan itu berlangsung dalam suasana terbuka, di bawah naungan pohon besar di halaman kampung, menciptakan suasana musyawarah yang hangat dan inklusif.
“Kami ingin proses ini berjalan jujur, terbuka, dan menghormati aturan adat yang sudah lebih dulu ada sebelum negara hadir,” ujar Roberthino Hanebora, Sekretaris Suku Besar Yerisiam Gua, saat membuka sesi arahan.
Roberthino menegaskan bahwa Suku Yerisiam Gua mempraktikkan sistem kolektif komunal, sehingga setiap keputusan penting terutama pemilihan ketua koperasi harus digelar melalui musyawarah bersama seluruh sub suku.
“Di Yerisiam Gua, kepentingan umum hanya bisa diputuskan melalui saran, masukan, dan persetujuan kolektif. Ini bukan hanya cara kami memutuskan sesuatu, tetapi cara kami menjaga keharmonisan di atas tanah adat,” katanya.
Humas Suku Besar Yerisiam Gua, Sambena Inggeruhi, turut menekankan pentingnya norma adat dalam mengarahkan proses pemilihan.
“Ini suku kita, ini rumah kita, ini aturan kita. Walau UU 25/1992 tentang Perkoperasian sudah mengatur teknis pemilihan, norma adat tetap menjadi payung utama karena sudah ada sejak negara belum hadir,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut anggukan warga yang mengikuti diskusi dengan serius.
Pengurus Koperasi Sarakwari, Agus Runggiari menyatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Sub Suku Sarakwari dan Suku Besar Yerisiam Gua, untuk merumuskan mekanisme pemilihan.
“Pemilihan Ketua Koperasi Sarakwari akan dilaksanakan pada Januari 2026,” kata Agus.
Ia memastikan mekanisme pemilihan nanti tetap selaras dengan aturan koperasi nasional, tetapi tetap menghormati struktur adat.
Kerja sama antara masyarakat adat Yerisiam Gua dan perusahaan sawit sudah berjalan sejak 2008, ketika PT Nabire Baru dan PT Sariwana Adi Perkasa mulai berinvestasi dan membentuk tiga Koperasi Peranserta Masyarakat Adat (KPMA): KPMA Akaba, KPMA Waoha dan KPMA Sarakwari
Ketiga KPMA ini menjadi mitra utama perusahaan, dalam mengelola plasma sawit milik masyarakat adat.
Suku Besar Yerisiam Gua sendiri menaungi empat sub suku adat besar; Akaba, Koroba, Sarakwari, dan Waoha, yang memegang kewenangan adat, untuk menjaga tanah ulayat serta memastikan distribusi hak-hak marga berjalan baik.
Pertemuan perdana ini membuka ruang dialog bagi warga untuk menyampaikan harapan mengenai sosok ketua koperasi yang mampu memperjuangkan hak ekonomi masyarakat, memperkuat kemitraan plasma, sekaligus menjaga nilai-nilai adat.
Dialog serupa dijadwalkan terus berlangsung hingga akhir 2025 sebelum memasuki tahapan pemilihan resmi pada Januari 2026. []

















