Nabire, Kalawaibumiofi.com I Hujan deras disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi melanda wilayah pesisir Kabupaten Nabire, Papua Tengah, pada Senin (10/11/2025) siang.
Cuaca ekstrem yang terjadi antara pukul 10.00 hingga 13.00 WIT itu menyebabkan sejumlah rumah warga rusak, pohon tumbang, dan kapal nelayan mengalami kerusakan akibat terpaan gelombang kuat di perairan Nabire.
Unggahan warga di media sosial menunjukkan kondisi dramatis: pohon roboh di tepi jalan, atap rumah warga beterbangan, serta gelombang laut yang menerjang hingga ke daratan pesisir.
Cuaca ekstrem disertai hujan lebat dan angin ribut menghantam kawasan pesisir Nabire.
Sejumlah rumah warga mengalami kerusakan di bagian atap, pohon-pohon tumbang menimpa jalan dan kabel listrik, sementara kapal nelayan rusak akibat gelombang tinggi yang menghantam pantai. Beberapa ruas jalan utama sempat tertutup pohon tumbang, termasuk di Jalan Baru Kali Bobo, sebelum akhirnya dibersihkan oleh warga dan aparat setempat.
Peristiwa ini berdampak langsung terhadap masyarakat pesisir Nabire, terutama di kawasan Sima, Makimi, Kalibobo, dan pesisir Kota Nabire.
Para nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup di laut harus menunda aktivitas melaut karena kondisi ombak dan angin masih berbahaya. Warga yang tinggal di sekitar pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob atau cuaca susulan.
Bencana cuaca ini terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Beberapa titik terdampak dilaporkan berada di pesisir selatan dan timur Nabire, termasuk Kampung Sima dan Distrik Yaur, wilayah yang dikenal sebagai area aktivitas utama nelayan.
Cuaca buruk ini terjadi pada Senin (10/11) sekitar pukul 10.00–13.00 WIT. Menurut prakiraan cuaca dari The Weather Company, intensitas hujan dan badai petir di wilayah Nabire masih akan terus terjadi hingga sepuluh hari ke depan, dengan potensi hujan deras dan angin kencang setiap siang hingga malam hari.
Fenomena ini dipicu oleh pola tekanan rendah dan pembentukan awan konvektif di wilayah utara Papua yang menyebabkan hujan deras disertai angin kencang.
BMKG menyebut, kecepatan angin di perairan Papua Tengah mencapai lebih dari 15 knot dengan ketinggian gelombang laut mencapai 1,25 hingga 2 meter. Kondisi tersebut memperbesar risiko gelombang tinggi dan angin ribut di sekitar Nabire.
Pemerintah daerah dan aparat gabungan telah melakukan pembersihan pohon tumbang di sejumlah titik jalan.
Nelayan diimbau tidak melaut sementara waktu hingga kondisi cuaca dinyatakan aman. Warga juga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar dan memperkuat struktur atap rumah, khususnya di daerah terbuka yang sering diterpa angin.
BMKG dan The Weather Company memperingatkan bahwa potensi hujan dan badai petir masih akan terjadi hingga pekan depan. Masyarakat disarankan terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi agar dapat mengantisipasi kondisi ekstrem berikutnya.
Menurut data The Weather Company, dalam 10 hari ke depan wilayah Nabire diperkirakan mengalami hujan ringan hingga badai petir setiap hari, dengan peluang curah hujan mencapai 90–100 persen pada sore hingga malam hari.
Gelombang tinggi di laut juga masih berpotensi terjadi, sehingga masyarakat pesisir dan nelayan diminta tetap siaga dan berhati-hati. Peristiwa cuaca ekstrem yang melanda Nabire hari ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan iklim di wilayah pesisir.
Gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan deras masih berpotensi berulang dalam beberapa hari mendatang. Pemerintah daerah bersama BMKG mengimbau seluruh masyarakat pesisir agar tetap waspada dan mengikuti peringatan dini cuaca demi keselamatan bersama. []

















