Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Lintas Papua Tengah

Pengembangan Ekonomi Papua Tengah Melalui Sinergi dan Kolaborasi Multisektor

1
×

Pengembangan Ekonomi Papua Tengah Melalui Sinergi dan Kolaborasi Multisektor

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Seminar Kajian Potensi Ekonomi Papua Tengah yang dirangkaikan dengan Presentasi Pengujian Ilmiah dan Penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Tropik Papua Tengah serta Peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah di Aula RRI Nabire, Selasa (09/06/2026).
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi atau Pemprov Papua Tengah mendorong percepatan pembangunan ekonomi daerah melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

Upaya tersebut ditegaskan dalam Seminar Kajian Potensi Ekonomi Papua Tengah yang dirangkaikan dengan Presentasi Pengujian Ilmiah dan Penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Tropik Papua Tengah serta Peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah di Aula RRI Nabire, Selasa (09/06/2026).

Seminar yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri Papua Tengah itu dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan DPR Papua Tengah dan MRP Papua Tengah, para kepala daerah se-Papua Tengah, akademisi, investor, pelaku usaha, perbankan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Example 300x600

Dalam sambutan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawip yang dibacakan oleh Viktor Fun menyampaikan apresiasi kepada Kadin Papua Tengah atas terselenggaranya forum yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi daerah.

“Forum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang kolaborasi untuk membangun Papua Tengah yang mandiri, maju, dan berdaya saing,” kata Viktor Fun.

Menurutnya, Papua Tengah sebagai provinsi baru memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan beragam, mulai dari sektor pertambangan, perikanan dan kelautan, pertanian, perkebunan, peternakan, energi hingga pariwisata.

Namun, potensi tersebut perlu dikelola secara terarah dan berkelanjutan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Viktor Fun mengatakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah menetapkan visi pembangunan “Papua Tengah Emas” yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa masyarakat asli Papua harus menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh hanya dinikmati oleh segelintir pihak. Masyarakat Papua harus mendapat ruang yang luas untuk tumbuh sebagai pelaku utama ekonomi daerah,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penetapan Buku Potensi Ekonomi Daerah Papua Tengah yang akan menjadi dokumen strategis untuk mendukung perencanaan investasi, pengembangan usaha, dan penyusunan kebijakan ekonomi daerah.

Menurut Viktor, buku tersebut merupakan hasil kajian ilmiah yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan berbasis data. Dengan demikian, investasi yang masuk dapat disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah di Papua Tengah.

Selain itu, peluncuran Koperasi Induk Honai Papua Tengah dinilai sebagai langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Koperasi diharapkan mampu meningkatkan akses permodalan, memperkuat produksi dan pemasaran, serta mengembangkan usaha masyarakat secara kolektif.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjut Viktor, juga terus mendorong penguatan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di delapan kabupaten sebagai bagian dari program prioritas pembangunan ekonomi daerah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ekonomi Papua Tengah harus bertumpu pada tiga pilar utama, yakni penguatan ekonomi masyarakat lokal, peningkatan investasi yang sehat dan berkelanjutan, serta pembangunan sumber daya manusia.

“Investasi harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, menghormati budaya lokal, dan menjaga kelestarian lingkungan hidup,” ucapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan vokasi, penguatan UMKM, serta pemberdayaan generasi muda Papua Tengah.

Berbagai sektor strategis seperti pertanian, perikanan, kopi, peternakan, ekonomi kreatif, hingga ekowisata berbasis komunitas juga menjadi fokus pengembangan guna menciptakan struktur ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Menutup sambutannya, Viktor mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun Papua Tengah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha, akademisi, perbankan, koperasi, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh masyarakat harus berjalan bersama untuk membangun sistem ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi rakyat,” katanya.

Ia berharap seminar tersebut menghasilkan rekomendasi dan langkah konkret yang dapat mempercepat pembangunan ekonomi Papua Tengah.

Selain itu, Buku Potensi Ekonomi Daerah diharapkan menjadi pedoman pembangunan yang efektif, sementara Koperasi Induk Honai Papua Tengah dapat berkembang menjadi salah satu kekuatan ekonomi masyarakat di masa mendatang. (*)

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!