Nabire, Kalawaibumiofi.com I ketahanan stok BBM seluruh produk per 13 November 2025 masih aman. Pertalite berada di 21 hari, Pertamax 24 hari, Solar 16 hari, minyak tanah 15 hari, avtur, 15 hari, dan LPG mencapai 92 hari.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Awan Raharjo mengatakan, ketahanan stok setiap hari berubah dipengaruhi oleh distribusi yang masuk ke terminal BBM ataupun jumlah yang keluar ke lembaga penyalur.
“Akan tetapi ketahanan stok terus dijaga di jumlah yang cukup dengan kapal suplai yang setiap harinya bergerak mendistribusi energi ke 21 fuel terminal yang tersebar di Papua dan Maluku,” kata Awan dikutip dari siaran pers yang diterima Kalawaibumiofi.com di Nabire, Papua Tengah, Jumat (14/11/2025).
Awan mengatakan, Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 21 kapal untuk distribusi ke seluruh Terminal BBM di Papua dan Maluku.
Selain kapal, distribusi ke SPBU, pertashop, dan agen minyak tanah didukung sekitar 290 unit mobil tanki, untuk LPG didukung 2 unit skid tank, dan untuk bridger avtur terdapat 44 unit armada yang tersebar di 12 bandara.
“Selain stok, kami saat ini cek seluruh kehandalan dan kesehatan sarana transportasi, karena ini adalah tulang punggung proses distribusi,” katanya.
“Ini menjadi komitmen kami dalam memastikan kehandalan serta aspek keselamatan saat proses distribusi bagi masyarakat,” lanjutnya.
Awan melanjutkan, Pertamina Patra Niaga terbuka dan memohon dukungan masyarakat untuk melaporkan ke Pertamina Contact Center 135 terhadap situasi di lapangan, mengenai ketersediaan atau layanan energi Pertamina, sehingga bisa segera ditindaklanjuti.
Awan mengatakan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku mengawasi langsung proses distribusi dan stok BBM, minyak tanah, avtur, serta LPG nonsubsidi akhir tahun ini, untuk mengantisipasi kemacetan penyaluran BBM akibat cuaca buruk.
Menurut dia, distribusi energi di wilayah Papua dan Maluku sangat tergantung dengan ketepatan perencanaan.
“Dengan perubahan cuaca yang tidak menentu, kami sudah siapkan kehandalan sarfas dan upaya tambahan untuk memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat, apalagi ini menjelang masa liburan akhir tahun,” kata Awan. []


















