Nabire, Kalawaibumiofi | Sebanyak 26 peserta dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Tengah mengikuti lomba barista dalam rangka Festival Kopi Papua Tengah 2026. Pemenang lomba akan diumumkan pada hari kedua festival, Jumat (30/10/2026).
Ketua Panitia Festival Kopi Papua Tengah 2026, Andrias Gobai, mengatakan kehadiran Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk terus mengembangkan potensi kopi lokal.
“Kehadiran Gubernur merupakan suatu kehormatan sekaligus penyemangat bagi kami, baik petani kopi maupun pelaku usaha kopi, agar terus mengembangkan potensi kopi lokal di Papua Tengah demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Andrias di Aula Gereja KSK Bukit Meriam, Nabire, Kamis (29/10/2026).
Ia menyampaikan terima kasih kepada gubernur atas dukungan terhadap pengembangan kopi di Papua Tengah. Menurutnya, festival tersebut menjadi kesempatan bagi petani dan pelaku usaha untuk memperkenalkan produk kopi lokal kepada masyarakat sekaligus memperluas peluang pemasaran.
Andrias menjelaskan, lomba barista diikuti 26 peserta yang berasal dari delapan kabupaten di Papua Tengah. Para peserta mengikuti tahapan seleksi hingga tersisa tiga finalis yang akan memperebutkan juara pertama, kedua, dan ketiga.
“Dari 26 peserta, ada enam yang masuk semifinal. Kemudian diseleksi lagi hingga tersisa tiga orang yang masuk final. Pemenangnya akan diumumkan besok,” ujarnya.
Ia mengatakan penilaian dilakukan oleh dewan juri melalui proses yang dirahasiakan dari peserta. Dalam proses tersebut, juri menilai hasil racikan kopi tanpa mengetahui siapa barista yang membuatnya.
Menurut Andrias, mekanisme tersebut diterapkan agar penilaian berfokus pada kualitas hasil racikan kopi. Ia menegaskan keputusan dewan juri menjadi dasar penetapan pemenang lomba.
Selain lomba barista, Festival Kopi Papua Tengah 2026 juga menghadirkan lomba biji kopi terbaik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas kopi lokal, mulai dari hasil produksi petani hingga penyajian kepada konsumen.
Festival yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan itu berlangsung pada 29–30 Oktober 2026 dengan tema “Dari Kebun Kopi ke Cangkir, Dari Petani Kopi untuk Papua Tengah”.
Pada hari kedua, panitia juga menjadwalkan pengumuman pemenang sejumlah perlombaan dan undian berhadiah bagi pengunjung.
Andrias mengajak masyarakat untuk menghadiri kegiatan tersebut di Aula Gereja KSK Bukit Meriam, Nabire. Selain menikmati kopi lokal, pengunjung dapat menyaksikan rangkaian kegiatan festival dan hiburan dari grup band lokal.
Ia berharap festival tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi kopi, tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan usaha kopi dan meningkatkan kesejahteraan petani di Papua Tengah. [*]










