Tanah Papua

700 Lebih Personil Dikerahkan, Amankan Rencana Aksi Demo di Nabire

23

Nabire, Kalawaibumiofi |Sebanyak lebih dari 700 personil gabungan dikerahkan untuk mengamankan rencana aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Personil tersebut berasal dari unsur TNI, Polri, serta Satuan Polisi Pamong Praja (PolPP) baik tingkat provinsi maupun kabupaten.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, saat memimpin apel konsolidasi persiapan pengamanan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kehadiran aparat bertujuan untuk memberikan pelayanan pengamanan, menjamin hak berserikat dan berkumpul, serta menghadirkan negara di tengah masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

“Kita bersyukur hari ini bisa melaksanakan apel konsolidasi persiapan pengamanan terkait dinamika situasi kamtibmas yang akan kita hadapi besok. Tujuannya mengecek kesiapan personil dan sarana prasarana agar kegiatan bisa berjalan aman dan lancar, semua atas kasih dan penyertaan Tuhan lewat sinergitas kita bersama,” ujar AKBP Samuel, Senin (6/4/2026).

Persyaratan Formil Belum Lengkap, STTP Tidak Diterbitkan

Kapolres menjelaskan, meskipun panitia telah menyampaikan surat pemberitahuan, namun secara administrasi masih terdapat banyak kekurangan. Di antaranya tidak mencantumkan jumlah pasti peserta dan nama penanggung jawab kegiatan. Selain itu, koordinasi yang dinilai tidak berjalan baik hingga adanya ingkar janji pertemuan membuat pihak kepolisian memutuskan untuk tidak menerbitkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).

“Mereka memaksakan aksi berjalan. Namun pada prinsipnya, kami tidak menolak aspirasi, yang kami tolak adalah aksi yang bermaksud melumpuhkan kota, aksi long march dari beberapa titik, serta aksi yang berujung anarkis,” tegas Tatiratu.

Nabire sebagai ibu kota Provinsi Tengah harus tetap berfungsi normal. Berdasarkan rapat bersama Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan komunitas yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati dan Sekda, disepakati bahwa aktivitas pemerintahan, ekonomi, pasar, dan pendidikan harus tetap berjalan. Terlebih besok juga akan berlangsung acara wisuda yang harus berjalan lancar.

Arahan Tugas Pengamanan

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres memberikan beberapa arahan penting:

1. Kesiapan Maksimal: Personil diminta mempersiapkan diri secara fisik maupun perlengkapan, termasuk kendaraan dan peralatan pendukung lainnya.
2. Waktu Apel: Seluruh personil diinstruksikan sudah berkumpul dan melaksanakan apel pagi pukul 06.00 WIT.
3. Sikap Bertindak: Aparat hadir lebih awal untuk menguasai situasi. Tindak lanjut akan disesuaikan dengan eskalasi yang terjadi di lapangan.

“Kita hadirkan negara untuk menjamin kebebasan menyampaikan pendapat, tapi tetap dalam koridor hukum. Kita pastikan aspirasi tersampaikan, warga merasa aman, dan roda pemerintahan serta ekonomi tetap berputar,” pungkas Kapolres. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version