Tanah Papua

Mamberamo Raya Krisis BBM : Tokoh Pemuda dan Masyarakat Desak Pemerintah Segera Bertindak

1

Jayapura, Kalawaibumiofi.com | Kabupaten Mamberamo Raya saat ini tengah menghadapi krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat serius. Kondisi ini menyebabkan wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik total hingga terjadinya kegelapan, serta terhentinya berbagai aktivitas vital masyarakat.

Mecky Alle, tokoh intelektual sekaligus Ketua DPC Barcyira Mamberamo Raya, menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa Mamberamo Raya sangat bergantung pada transportasi sungai, sehingga ketersediaan BBM merupakan “nadi” kehidupan masyarakat.

“Kami di Mamberamo Raya tidak memiliki akses transportasi darat, yang ada hanya transportasi sungai. Setiap jam masyarakat bergerak menggunakan moda transportasi air. Tanpa BBM, masyarakat tidak bisa pergi ke kebun yang jaraknya jauh dari kampung, dan ini berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari,” tegas Mecky Alle dalam keterangannya di Jayapura, Kamis (16/4/2026).

Dampak Domino: Listrik Padam dan Jaringan Komunikasi Putus

Selain sektor transportasi dan pangan, ketiadaan pasokan solar juga menyebabkan mesin pembangkit listrik mati total, yang berujung pada kondisi gelap gulita di berbagai wilayah. Hal ini pun berimbas pada sektor telekomunikasi; menara pemancar (BTS) tidak dapat beroperasi tanpa daya listrik, sehingga akses informasi masyarakat terputus total.

Minta Pengelolaan Kembali ke CV. Mamberamo Raya Mandiri

Terkait carut-marutnya distribusi BBM saat ini, Mecky Alle meminta Pemerintah Daerah (Pemda) dan dinas terkait untuk tidak menutup mata. Ia secara tegas meminta agar pengelolaan BBM dikembalikan kepada pihak yang selama ini telah terbukti mampu melayani masyarakat dengan baik.

Ia memberikan apresiasi khusus kepada CV. Mamberamo Raya Mandiri di bawah pimpinan Ibu Ani. Menurutnya, rekam jejak pelayanan Ibu Ani sudah teruji selama bertahun-tahun di bawah kepemimpinan beberapa periode bupati.

“Ibu Ani melalui CV. Mamberamo Raya Mandiri telah melayani masyarakat dengan sangat baik, sesuai mekanisme aturan serta kontrak yang berlaku. Tuduhan dari oknum tertentu yang menyebut pelayanannya buruk adalah tidak benar. Kami tahu betul kinerjanya di lapangan,” ungkap Mecky.

Pertanyakan Pemangkasan Stok BBM

Mecky juga menyoroti adanya kejanggalan dalam distribusi stok BBM ke titik-titik krusial seperti Kasonaweja, PLN Kaso, dan Burmeso. Ia mempertanyakan alasan mengapa stok yang seharusnya mencapai 100 ton untuk masing-masing wilayah, justru hanya masuk sekitar 40 ton.

“Ini harus diperhatikan serius. Kami minta Pemerintah Daerah segera mengeluarkan instruksi resmi kepada pihak terkait agar pengelolaan BBM kembali normal seperti semula,” ujarnya.

Dampak ke Pelayanan Publik dan Rumah Ibadah

Senada dengan hal tersebut, Yunus Opahe, perwakilan Tokoh Pemuda Mamberamo Raya, menegaskan bahwa kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat sedang dipertaruhkan. Ia meminta perhatian khusus dari Bupati dan Wakil Bupati agar pelayanan publik segera kembali normal.

“Pelayanan di rumah sakit, gereja, dan kantor-kantor pemerintahan terhambat karena listrik padam. Kami berharap pemerintah daerah serius memperhatikan hal ini demi kenyamanan dan ketertiban masyarakat di sana,” tegas Yunus.

Mahasiswa Turut Bersuara

Krisis ini juga memicu reaksi dari kalangan mahasiswa. Boma Alemum, perwakilan mahasiswa Mamberamo Raya di Jayapura, menyatakan bahwa pemerintah daerah dan dinas terkait harus segera mengambil langkah konkret.

“Ini menjadi penghalang besar bagi masyarakat kami. BBM adalah sumber kehidupan di Mamberamo. Jika dibiarkan, kesulitan masyarakat akan semakin meluas. Dinas terkait harus segera memberikan perhatian serius,” kata Boma.

Saat ini, masyarakat menanti langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya untuk memulihkan distribusi BBM agar roda ekonomi, transportasi, dan layanan komunikasi dapat kembali berfungsi normal, sehingga visi misi kepala daerah dapat terwujud. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version