Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Tanah Papua

Akses Udara Wilayah 3T Papua Tengah Perlu Diperkuat

0
×

Akses Udara Wilayah 3T Papua Tengah Perlu Diperkuat

Sebarkan artikel ini
Lapangan Terbang Mudedimi di Kampung Yegeiyepa, Distrik Piyaiye, Kabupaten Dogiyai. Rabu (21/10/2026), – Istimewa.

“Tokoh pemuda Jhon Magai mendorong pemerintah memperkuat akses udara di wilayah 3T Papua Tengah. Ia meminta perhatian terhadap kondisi dan kebutuhan pengaspalan sejumlah lapangan terbang serta pemerataan subsidi penerbangan bagi masyarakat di wilayah terpencil”

Nabire, Kalawaibumiofi |   Akses transportasi udara di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Papua Tengah perlu mendapat perhatian lebih, terutama terkait subsidi penerbangan dan peningkatan fasilitas lapangan terbang. Tokoh pemuda Jhon Magai mendorong pemerintah memperhatikan kebutuhan transportasi udara masyarakat di wilayah terpencil, termasuk pengaspalan landasan lapangan terbang.

Magai mengatakan, menurut informasi yang diterimanya, subsidi penerbangan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah masih berfokus pada sejumlah rute yang melayani ibu kota kabupaten. Sementara itu, masyarakat di wilayah terpencil masih membutuhkan dukungan akses transportasi udara.

“Subsidi dari provinsi itu hanya di delapan kabupaten saja, di ibu kota kabupaten saja. Sedangkan daerah-daerah terpencil yang 3T itu tidak ada subsidi dari provinsi,” kata Magai.

Ia berharap pemerintah mengevaluasi jangkauan subsidi penerbangan agar masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan juga mendapat perhatian dalam perencanaan layanan transportasi udara.

Sejumlah Lapangan Terbang Perlu Mendapat Perhatian

Magai menyebut sejumlah lapangan terbang di wilayah Papua Tengah yang menurutnya perlu mendapat perhatian pemerintah. Di Kabupaten Nabire, ia menyebut Lapangan Terbang Lokodimi di Distrik Menou dan Lapangan Terbang Dikiya di Distrik Dipa.

Sementara di Kabupaten Dogiyai, ia menyebut Lapangan Terbang Apogomakida, Kegata, Deneiode, Mudedimi di Kampung Yegeiyepa, Ideduwa, dan Ukagu di Distrik Piyaiye. Ia juga menyebut Lapangan Terbang Unito, Wigoumakida, Iyaro, dan Tinage di Distrik Sukikai Selatan.

Untuk Kabupaten Deiyai, Magai menyebut Lapangan Terbang Kapiraya dan beberapa lokasi lainnya yang masih perlu dipastikan. Ia juga meminta perhatian terhadap kebutuhan transportasi udara di Kabupaten Paniai, Intan Jaya, Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika.

Menurut Magai, kondisi geografis sejumlah wilayah tersebut membuat transportasi udara memiliki peran penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, terutama ketika akses darat terbatas.

“Lapangan terbang di wilayah 3T harus mendapat perhatian, termasuk kebutuhan pengaspalan landasan. Infrastruktur ini penting untuk membantu masyarakat mengakses transportasi dan pelayanan dasar,” tuturnya.

Pengaspalan dan Subsidi Penerbangan

Magai berharap pemerintah melakukan pendataan menyeluruh terhadap kondisi lapangan terbang di wilayah terpencil Papua Tengah. Pendataan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi landasan, kebutuhan perbaikan, serta fasilitas yang dibutuhkan agar pelayanan penerbangan dapat berjalan sesuai standar keselamatan.

Ia juga mendorong pemerintah provinsi berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait untuk mengkaji perluasan layanan subsidi penerbangan bagi masyarakat di wilayah 3T.

Transportasi udara dapat membantu mobilitas warga, distribusi kebutuhan pokok, pengangkutan hasil pertanian, serta evakuasi pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Magai berharap peningkatan infrastruktur lapangan terbang dan pemerataan akses transportasi udara dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan Papua Tengah, dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kondisi geografis, keselamatan penerbangan, dan kemampuan anggaran pemerintah. [*]

error: Content is protected !!