Berita

Aliansi Mahasiswa Papua Tengah Soroti Minimnya Fasilitas Perpustakaan 

8
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, saat memantau langsung aksi demo. Selasa (3/11/2026), – Dok Untuk Kalawai.

Nabire, Kalawaibumiofi |   Aliansi Mahasiswa Papua Tengah mendesak pemerintah daerah membentuk Dinas Perpustakaan Umum dan membangun fasilitas perpustakaan di setiap kampus di wilayah Papua Tengah. Tuntutan tersebut disampaikan dalam aksi demonstrasi di Nabire, Selasa (3/11/2026).

Sekitar 80 mahasiswa mengikuti aksi yang dimulai dari kawasan Pasar Karang Tumaritis sekitar pukul 08.30 WIT. Setelah menyampaikan aspirasi di lokasi tersebut, massa melanjutkan aksi dengan berjalan kaki menuju Kantor DPR Papua Tengah.

Aksi tersebut dipimpin penanggung jawab Marius Petege dan Koordinator Lapangan (Korlap) Matias Pigai. Sekitar pukul 10.30 WIT, massa bergerak menuju kantor DPR Papua Tengah dengan pengawalan aparat kepolisian.

Setibanya di kantor DPR Papua Tengah sekitar pukul 11.10 WIT, mahasiswa menyampaikan aspirasi melalui orasi secara bergantian. Mereka menyoroti pentingnya ketersediaan fasilitas perpustakaan sebagai sarana pendukung pendidikan dan peningkatan budaya literasi di kalangan mahasiswa.

Aspirasi mahasiswa diterima sejumlah anggota DPR Papua Tengah, yakni Yulian Magai, Yones Waine, dan Yuliana Gobay.

Dalam pertemuan tersebut, Yulian Magai menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan investasi masa depan Papua. Ia mengatakan DPR Papua Tengah menerima dokumen pernyataan sikap yang diserahkan Aliansi Mahasiswa Papua Tengah.

Ia menyatakan aspirasi tersebut akan diteruskan kepada pimpinan DPR Papua Tengah dan pemerintah daerah melalui mekanisme kelembagaan yang berlaku.

Yulian juga menyampaikan rencana memanggil organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk membahas persoalan yang disampaikan mahasiswa, termasuk usulan pembentukan dan pengembangan fasilitas perpustakaan di Papua Tengah.

Namun, pembentukan dinas dan pembangunan fasilitas perpustakaan membutuhkan pembahasan lebih lanjut melalui mekanisme perencanaan dan pemerintahan daerah.

Sementara itu, selama aksi berlangsung, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., M.H., bersama personel kepolisian melakukan pengawalan terhadap massa aksi.

Kapolres mengarahkan peserta demonstrasi agar menjaga ketertiban, memperhatikan keselamatan selama perjalanan, serta tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat mengganggu jalannya aksi.

Pengawalan juga dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas. Massa diarahkan berjalan menggunakan lajur sebelah kiri agar aktivitas masyarakat dan pengguna jalan lainnya tidak terganggu.

Aksi demonstrasi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan tuntutan terkait penguatan fasilitas pendidikan dan literasi kepada lembaga legislatif di Provinsi Papua Tengah. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version