Nabire, Kalawaibumiofi.com | Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M, Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Nabire berencana memusatkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri di kawasan Bandara Lama atau Kompleks Kantor Gubernur Provinsi Papua Tengah.
Keputusan ini diambil sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi lama yang pernah dilakukan puluhan tahun lalu, sekaligus memperkuat kebersamaan umat Muslim di Nabire. Rabu (18/3/2026).
Pelaksanaan shalat sendiri masih menunggu keputusan resmi Menteri Agama terkait penetapan tanggal 1 Syawal, yang diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.
Ketua PHBI Kabupaten Nabire, H. Husni Rumkel, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi tersebut memiliki nilai historis dan strategis.
“Sekitar 20 tahun lalu, Shalat Idul Fitri pernah dilaksanakan di Bandara Lama. Kami ingin menghidupkan kembali kebersamaan itu, agar umat bisa berkumpul dalam satu titik. Ini juga merupakan atensi Wabup Nabire Burhannudin Pawennari, sehingga shalat tidak hanya tersebar di masjid masing-masing,” ujar Rumkel di kediamannya di Kota Baru Kiri – Karang Mulia, Nabire.
Ia menambahkan bahwa seluruh persiapan teknis terus dimatangkan, mulai dari perizinan, penyiapan imam dan khatib, hingga pengaturan lokasi shalat.
Ia juga mengaku, PHBI telah mengantongi izin penggunaan lokasi dan tinggal menunggu penetapan hari dari pemerintah. PHBI bersama Kementerian Agama akan mengatur saf, parkir kendaraan, serta memastikan kesiapan lapangan.
“Sudah ada izin penggunaan Bandara Lama. Namun demikian, masyarakat tetap diberikan kebebasan untuk memilih melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid masing-masing atau bergabung di lokasi terpusat,” pungkasnya. [*]

















