Nabire, Kalawaibumiofi.com | Sejumlah organisasi dan kelompok kategorial umat Katolik di Papua Tengah bersepakat membentuk wadah kerjasama bernama “Koalisi Ormas Katolik dan Kategorial Provinsi Papua Tengah”. Langkah ini disepakati dalam rapat koordinasi yang dihadiri berbagai elemen umat, guna mempersiapkan rangkaian kegiatan peringatan 132 tahun masuknya Injil dan Misi Katolik di tanah Papua.
Sekretaris Pemuda Katolik (PK) Komisi Daerah (KOMDA) Papua Tengah, Natan Tebai, saat memberikan keterangan pers usai rapat, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari PMKRI, OMK, Komcab Nabire, Pengurus KOMDA PK, DTC Teluk Cenderawasih, THS/THM dan sebagainya. Dalam kesempatan itu, seluruh elemen sepakat bersatu di bawah satu forum bersama.
“Hari ini kami berkumpul, teman-teman dari berbagai organisasi dan kelompok kategorial hadir. Kami sepakat membentuk satu forum yang kami namakan Koalisi Ormas Katolik dan Kategorial Provinsi Papua Tengah. Forum ini yang akan menjadi motor penggerak dan tim pelaksana kegiatan perayaan 132 tahun misi Gereja Katolik di tanah Papua,” ujar Natan Tebai, Selasa malam (19/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa rapat tersebut telah merumuskan dua program utama yang akan segera dilaksanakan. Kegiatan pertama akan dimulai besok, di mana panitia akan menyediakan ruang terbuka di halaman Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita (KSK) Nabire untuk mengumpulkan tanda tangan petisi dari masyarakat luas.
Petisi tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah di seluruh wilayah tanah Papua, dengan tuntutan agar tanggal 22 April ditetapkan secara resmi sebagai hari besar dan hari libur khusus dalam rangka memperingati masuknya agama Katolik ke tanah Papua.
“Kami akan siapkan ruang di depan Gereja KSK mulai besok. Tujuannya untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat menandatangani petisi. Isi petisi itu meminta agar tanggal 22 April ditetapkan oleh pemerintah daerah se-Tanah Papua sebagai hari raya masuknya agama Katolik, sekaligus ditetapkan sebagai hari libur bersama,” jelasnya.
Selain upaya advokasi melalui petisi, kegiatan puncak akan dilaksanakan tepat pada tanggal 22 April mendatang. Koalisi ini akan menggelar Pawai atau Parade Akbar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas perjalanan sejarah iman yang telah berlangsung selama 132 tahun.
Terkait hal ini, Natan Tebai menyampaikan himbauan resmi kepada seluruh umat Katolik, mulai dari tingkat kompas, stasi, paroki, hingga seluruh kelompok kategorial yang ada di wilayah Dekenat Teluk Cenderawasih dan se-Papua Tengah.
“Kami himbau kepada seluruh umat Katolik, semua elemen kompas, stasi, paroki, serta kelompok-kelompok kategorial, untuk dapat bergabung dan hadir bersama-sama pada tanggal 22 April nanti. Kita berkumpul di Gereja KSK Nabire, dari sana kita akan melaksanakan parade akbar memperingati hari masuknya agama Katolik di tanah Papua,” ajaknya.
Natan kembali menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud persatuan umat dalam merawat sejarah dan iman, serta mengajak semua pihak untuk berpartisipasi aktif dalam momen bersejarah tersebut. [*]

















