Pemprov Papua Tengah

BMKG: El Nino Sangat Kuat, 224 Titik Hotspot Terdeteksi di Nabire

6
Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, S.Tr., dalam keterangannya usai mengikuti rapat darurat (emergency meeting) terkait meningkatnya titik panas di wilayah Nabire. Jumat (21/8/2026)Jumat (21/8/2026), – Dok Untuk Kalawai.
“Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, baik di Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, agar dapat segera ditangani sebelum meluas”

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan tersebut disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, S.Tr., usai mengikuti rapat darurat (emergency meeting) terkait meningkatnya titik panas di wilayah Nabire, Jumat (21/8/2026).

Husain menjelaskan, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi fenomena El Nino yang berada pada kategori sangat kuat atau very strong. Berdasarkan data yang dipaparkan, indeks El Nino saat ini mencapai angka 2,7 dan diprediksi berpotensi berlangsung hingga triwulan pertama 2027, dengan puncak kekuatan terjadi pada periode September–November 2026.

“Kondisi kekeringan yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh kondisi global. Nilai indeks El Nino saat ini mencapai 2,7, yang menunjukkan bahwa El Nino berada pada kategori sangat kuat. Prediksi menunjukkan potensi kekuatan ini masih tinggi hingga November, Desember, dan Januari. Puncaknya terjadi pada September, Oktober, dan November. Artinya, di periode ini kita perlu meningkatkan kewaspadaan,” jelas Husain.

Husain menyampaikan, analisis curah hujan periode Juli–Agustus 2026 di wilayah Provinsi Papua Tengah hanya berkisar antara 0 hingga 50 milimeter. Angka tersebut tergolong sangat rendah dan memperparah tingkat kekeringan di wilayah tersebut.

“Curah hujan yang sangat kecil ini sangat mempengaruhi ketersediaan bahan bakar terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kondisi bahan bakar di wilayah Kabupaten Nabire sudah berada pada kategori sangat tinggi, bahkan ekstrem. Artinya, ketika terkena api sedikit saja — baik itu puntung rokok maupun membakar sampah — lahan akan sangat mudah terbakar dan meluas,” ungkapnya.

Berdasarkan data pemantauan titik panas (hotspot) periode 10–19 Agustus 2026, tercatat sekitar 246 titik panas di wilayah pemantauan, dengan 113 titik berada di Kabupaten Nabire. Sementara itu, pada tanggal 20 Agustus 2026 saja, data BMKG menunjukkan terdapat 224 titik hotspot di seluruh Provinsi Papua Tengah — angka yang hampir menyamai jumlah titik panas selama sepuluh hari sebelumnya.

“Per tanggal 20 Agustus, terdapat 224 titik hotspot di Provinsi Papua Tengah. Terdiri dari 22 titik kategori rendah, 196 titik kategori sedang, dan 6 titik kategori tinggi. Sementara per tanggal 21 Agustus hingga pukul 15.00 WIT, sudah terdeteksi 70 titik panas. Data satu hari ini saja sudah hampir menyamai data sepuluh hari sebelumnya. Ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dan perlu kita tingkatkan kewaspadaan,” ungkap Husain.

Ia menambahkan, tingkat kemudahan terbakar di sejumlah wilayah Papua Tengah, termasuk Nabire, berada pada kategori sangat tinggi.

“Ketika masyarakat membuat api sedikit saja, bahkan melemparkan puntung rokok sembarangan, itu sudah bisa menyebabkan kebakaran yang meluas. Kondisi bahan bakar di lapangan sudah sangat kering dan siap terbakar kapan saja,” tegasnya.

Mengingat kondisi atmosfer dan tingkat kekeringan yang ekstrim, BMKG meminta masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar. Langkah pencegahan dinilai sangat penting karena api dapat menyebar dengan sangat cepat dalam kondisi musim kemarau yang ekstrim saat ini.

“Kami menghimbau kepada masyarakat: jangan membakar sampah, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Itu akan berpotensi menyebabkan kebakaran yang meluas di wilayah Kabupaten Nabire dan seluruh Provinsi Papua Tengah,” imbau Husain.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, baik di Kabupaten Nabire maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah, agar dapat segera ditangani sebelum meluas. [*]

error: Content is protected !!
Exit mobile version