Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Buka Youth Camp GSJA Papua Tengah, Gubernur Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

5
×

Buka Youth Camp GSJA Papua Tengah, Gubernur Dorong Anak Muda Jadi Penggerak Perubahan

Sebarkan artikel ini
Staf Ahli II Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Marthen Ukago, secara resmi membuka kegiatan Youth Camp GSJA Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kampus STIMIK, Kelurahan Sanoba, Jalan Poros Samabusa, Kabupaten Nabire. Rabu (23/6/2026), –  Kalawaibumiofi/Welem Yeblo.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |   Gubernur Papua Tengah yang diwakili oleh Staf Ahli II Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Marthen Ukago, secara resmi membuka kegiatan Youth Camp GSJA Papua Tengah Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kampus STIMIK, Kelurahan Sanoba, Jalan Poros Samabusa, Kabupaten Nabire, Rabu (25/6/2026).

Dalam sambutan yang disampaikan mewakili Gubernur Papua Tengah, Marthen Ukago menyampaikan apresiasi kepada Departemen Kaum Muda Daerah Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) Papua Tengah serta panitia pelaksana yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut.

Example 300x600

Ia mengatakan, Youth Camp GSJA Papua Tengah menjadi wadah penting dalam membina generasi muda agar bertumbuh dalam iman, karakter, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

“Tema kegiatan ini adalah Change Maker atau pembuat perubahan. Tema ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda Papua Tengah saat ini,” ungkapnya dalam sambutan.

Menurutnya, anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan daerah, tetapi harus mampu mengambil peran melalui peningkatan kemampuan diri, menjaga pergaulan, menghargai proses, dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga, gereja, masyarakat, serta daerah.

Ia menambahkan bahwa menjadi pembuat perubahan tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti hidup disiplin, menghormati orang tua, rajin belajar, menjauhi hal-hal yang merusak masa depan, aktif dalam pelayanan, serta memanfaatkan waktu untuk kegiatan yang bermanfaat.

“Pemerintah Provinsi Papua Tengah memiliki komitmen untuk terus memberi perhatian kepada generasi muda. Pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang membangun manusia yang berkarakter, beriman, sehat, cerdas, dan bertanggung jawab,” katanya.

Marthen Ukago juga menegaskan pentingnya peran gereja dalam membentuk generasi muda, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral, spiritual, dan sosial.

Ia berharap kerjasama antara pemerintah, gereja, keluarga, dan masyarakat terus diperkuat untuk membimbing anak muda Papua Tengah menghadapi tantangan zaman.

“Kepada para peserta, jadilah anak-anak muda yang takut akan Tuhan, menghormati sesama, mencintai daerah ini, dan memiliki kemauan untuk belajar. Jangan mudah menyerah dan jangan menyia-nyiakan kesempatan,” pesannya.

Usai pembukaan kegiatan, Ketua Panitia Youth Camp GSJA Papua Tengah Tahun 2026, Ingrid Diana Susana Awandoi, S.Hut, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat berjalan berkat kerja keras panitia dan dukungan berbagai pihak.

Ia menjelaskan bahwa panitia tidak membuat proposal, namun mengirimkan surat permohonan dukungan kepada sejumlah instansi pemerintah, seperti Dinas Tanaman Pangan dan Dinas Kesehatan.

“Untuk supaya kegiatan bisa jalan, yang pertama kami cari dana. Kami memang tidak buat proposal, kami hanya buat surat ke dinas-dinas yang bisa membantu seperti tanaman pangan dan dinas kesehatan,” jelasnya.

Menurutnya, dukungan yang diterima berupa bantuan kebutuhan bahan makanan dan kesehatan. Dinas Tanaman Pangan memberikan bantuan beras sebanyak 500 kilogram, sementara dari Dinas Kesehatan membantu berupa obat-obatan serta dukungan tenaga kesehatan.

Ingrid menyampaikan, kegiatan Youth Camp tahun ini tidak hanya dilakukan dalam ruangan, tetapi juga akan diisi dengan berbagai kegiatan seperti outbound, permainan, dan kegiatan kebersamaan.

Pada hari ketiga, tanggal 26 Juni 2026, peserta dijadwalkan mengikuti kegiatan di Pantai Tanjung Batu dan perjalanan ke Pulau Nusi untuk mengikuti berbagai permainan.

Ia menyebutkan jumlah peserta yang ditargetkan mengikuti kegiatan ini sekitar 100 orang, yang berasal dari beberapa kabupaten, yakni Kabupaten Paniai, Kabupaten Nabire, dan Kabupaten Mimika.

“Kami berharap kegiatan ini sukses. Kami memulai dengan banyak keterbatasan dan hanya berharap kepada Tuhan, tetapi semuanya Tuhan sudah cukupkan. Harapan kami pemuda-pemuda yang hadir mengalami perubahan dan menjadi pembuat perubahan di kota ini,” tutupnya.. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!