Nabire, Kalawaibumiofi.com | Pemerintah Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menangani dampak insiden yang terjadi di Kabupaten Puncak. Penanganan difokuskan pada pemulihan medis, pendampingan psikologis (trauma healing), serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, dengan perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan anak-anak.
Penegasan ini disampaikan oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Provinsi Papua Tengah, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG, M.H.Kes., usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Gubernur, Nabire, Selasa (21/4/2026).
dr. Silwanus melaporkan kondisi terkini para korban yang dievakuasi. Seorang anak berusia tujuh tahun yang dirawat di RS Nabire telah berhasil menjalani operasi dan kini dalam masa pemulihan setelah keluar dari perawatan intensif.
Sementara itu, perhatian serius diberikan kepada seorang ibu hamil (usia kandungan 6-7 bulan) yang mengalami luka di bagian dagu dan dievakuasi ke RS Dian Harapan, Jayapura.
“Ibu ini saat ini tengah menjalani operasi. Kami akan kawal terus proses pengobatannya, bahkan kami berencana mendampingi hingga proses persalinan nanti,” ungkap dr. Sumule.
Merespons status Tanggap Darurat selama 14 hari yang ditetapkan Kabupaten Puncak, Pj. Gubernur telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar operasi. Sebanyak enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dikerahkan turun ke lapangan.
Selain penanganan fisik, aspek mental dan psikis warga menjadi perhatian utama. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) serta Dinas Pengendalian Penduduk akan fokus melakukan trauma healing bagi anak-anak dan korban yang sudah keluar dari rumah sakit.
“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya sembuh secara fisik, tetapi juga pulih secara mental,” jelasnya.
Mulai Kamis mendatang, tim gabungan akan menuju wilayah Sinak dan Mulia untuk mendistribusikan bantuan sembako.
Dalam rapat juga diputuskan percepatan pemanfaatan fasilitas Rumah Susun (Rusun) yang tersedia. Dengan total 2 Tower (88 kamar), hunian ini akan ditempati oleh warga terdampak melalui mekanisme SK Gubernur, lengkap dengan perbaikan fasilitas pendukung seperti air bersih dan akses jalan.
“Jangka pendek untuk pengobatan sudah kita atasi. Sekarang kita masuk ke tahap selanjutnya memastikan pelayanan kesehatan dan logistik di kampung-kampung tetap terjamin,” pungkas dr. Silwanus Sumule. [*]

















