Nabire, Kalawaibumiofi. | Pihak mitra Dapur SPPG 01 Siriwini memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar, mengenai kondisi dapur yang disebut – sebut kosong saat kedatangan Satgas MBG. Klarifikasi ini disampaikan langsung oleh mitra SPPG, Darna Damis, kepada awak media melalui pesan suara (voice note), Sabtu malam (28/03/2026).
Darna menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar dan perlu diluruskan berdasarkan fakta di lapangan. Ia menjelaskan bahwa sejak pagi hari, para relawan telah menjalankan aktivitas di dapur.
“Relawan sudah bekerja sejak pukul 08.00 WIT. Sekitar pukul 14.30 WIT, sebagian relawan pulang untuk beristirahat, makan, dan mandi. Namun, masih ada beberapa relawan yang tetap berada di dapur untuk melanjutkan aktivitas,” jelas Darna.
Dengan demikian, ia membantah keras anggapan bahwa dapur dalam kondisi kosong saat dilakukan pengecekan oleh Satgas. Menurutnya, kondisi tersebut adalah bagian dari dinamika operasional relawan yang telah bekerja sejak pagi.
Terkait kondisi mobil operasional yang disebut kotor, Darna juga memberikan penjelasan bahwa kotoran tersebut berasal dari tumpahan kecap saat aktivitas berlangsung.
“Mobil itu kotor karena tumpahan kecap. Sebenarnya anak-anak sudah ingin membersihkan, tetapi saya instruksikan untuk fokus pada pekerjaan di dapur terlebih dahulu. Pembersihan mobil bisa dilakukan sore atau malam hari dengan menarik selang air,” tambahnya.
Sementara itu, terkait ketidakhadiran Kepala SPPG di lokasi, Darna menjelaskan bahwa yang bersangkutan sedang menjalani pengobatan rawat jalan di luar daerah. Ia memastikan bahwa Kepala SPPG dijadwalkan kembali ke Nabire pada hari Senin, untuk kembali menjalankan tugas pelayanan yang akan dimulai pada hari Selasa.
Lebih lanjut, Darna menyampaikan bahwa seluruh kondisi dan perkembangan di lapangan telah dilaporkan kepada pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Koordinator Wilayah BGN, Marsel Asyerem.
“Kami sudah melaporkan semua ini kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Kadis Ketahanan Pangan, serta Korwil BGN, Bapak Marsel,” ujarnya.
Pihak SPPG 01 Siriwini berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat serta memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi sebenarnya di lapangan. [*]

















