Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Ekonomi

Depot Air Minum Dua Pemuda Mee di Kampung Kimi

29
×

Depot Air Minum Dua Pemuda Mee di Kampung Kimi

Sebarkan artikel ini
  Lucky Tekege (kiri) Bersama rekannya, Eman Gobai (kiri) saat foto bersama di Depot air Minum Aqualuk, Kamis (26/3/2026), – Kalawai/Noak Mote.
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Dua pemuda asal Mee, Lucky Tekege dan Eman Gobai, mengembangkan usaha depot air minum bernama Depot Aqualuk di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Usaha tersebut mulai beroperasi, kurang lebih sebulan dengan tujuan bukan hanya mengejar keuntungan, tetapi juga menciptakan peluang kerja dan menginspirasi pemuda asli Papua.

Example 300x600

“Dalam skala mikro sekalipun, jarang kita anak-anak OAP (Orang Asli Papua) terjun di bidang depot air minum. Itulah yang saya lihat sebagai peluang,” ujar Lucky saat ditemui di tempat usahanya pada Kamis (26/3/2026).

Menurut Lucky, setiap orang memiliki potensi untuk berbisnis, termasuk pemuda Papua. Ia mengajak temannya untuk memulai usaha dengan harapan dapat bersaing dengan pelaku usaha dari luar daerah, sekaligus mendorong pemuda lokal untuk bekerja dan mengembangkan diri.

“Saya punya mimpi agar kita juga bisa melakukan branding seperti yang dilakukan oleh perusahaan besar ke seluruh pelosok Indonesia bahkan luar negeri. Saya mulai dari skala kecil dulu, tidak terpaku pada untung atau rugi karena itu hal biasa dalam berbisnis,” tuturnya.


Lucky Tekege (kiri) Bersama rekannya, Eman Gobai (kiri) saat foto bersama di Depot air Minum Aqualuk, Kamis (26/3/2026), – Kalawai/Noak Mote.

Untuk menjamin kualitas produk, mesin yang digunakan dipesan dari luar daerah setelah melalui proses penelitian tentang standar kualitas terbaik.

Tekege mengungkapkan, mesin pertama sudah dipesan sejak tahun lalu dan baru tiba beberapa hari kemudian. Saat ini, ia juga telah menambah mesin baru jenis NRO meskipun dengan harga yang cukup mahal.

“Air adalah kebutuhan sehari-hari masyarakat, jadi standarisasi kualitas harus dijaga. Meskipun masih banyak kekurangan, kami berusaha melengkapi satu per satu,” ucapnya.

Rekannya, Eman Gobai, mengungkapkan rasa terima kasih karena diundang untuk bekerja sama. Menurut Eman, Lucky memiliki talenta dalam dunia bisnis, sehingga ia dengan senang hati menyetujui ajakan kolaborasi tersebut. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!