Puisi

Di Jalur Panjang Ini

1
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 0;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

Di jalur lebar yang terbentang jauh,
Langkah kaki berjalan beriringan,
Langit biru berhias awan putih,
Menyapa hati dengan damai dan tenang.

Di sini, tanah ini menyimpan cerita,
Dari senyum, tawa, hingga langkah yang lelah,
Motor berhenti, orang berjalan santai,
Seolah waktu berhenti sejenak, tak terburu-buru.

Pepohonan hijau menjaga pinggir jalan,
Bukit di kejauhan memeluk cakrawala,
Angin berhembus lembut menyapa wajah,
Membawa rasa rindu, rasa syukur, dan harapan.

Bukan sekadar aspal dan ruang kosong,
Ini tempat bertemu, tempat berpisah,
Tempat kita merenung, bernapas lega,
Bahwa hidup adalah perjalanan yang indah, walau berliku.

Langit yang luas mengajarkan satu hal,
Bahwa hati pun bisa selebar cakrawala,
Menerima apa yang ada, melepas yang pergi,
Dan tetap berjalan, penuh makna dan arti.

#Bandara Lama Nabire, 8/5/2025

 

 

Puisi

Andaikata aku si dia Ku akan tahu bahwa…

error: Content is protected !!
Exit mobile version