Nabire, Kalawaibumiofi.com | Sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Provinsi Papua Tengah, Ermambo Rumaropen, S.Sos mengatakan, pihaknya sedang focus melakukan mengembangkan Koperasi Merah Putih dan Koperasi lainnya, serta menjajaki Tol Udara di 8 Kabupaten.
Prioritas tersebut akan diselaraskan dengan visi – misi Gubernur Meki F. Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley.
“Fokus utama kami di Diskopindag meliputi, pengembangan koperasi Merah Putih dan koperasi lainnya, serta inisiatif “tol udara” atau jembatan udara dalam mendukung aksesibilitas di delapan kabupaten,” kata Rumaropen di ruang kerjanya, Kamis (05/03/2026).
Untuk UMKM dan Koperasi, menurut Rumaropen, pihaknya akan berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN), sebagai mitra strategis untuk memaksimalkan potensi melalui koperasi sesuai amanat gubernur.
“Tujuanya adalah menggali potensi alam di wilayah seperti 8 Kabupaten yakni : Nabire, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Mimika, Paniai, Puncak, dan Puncak Jaya,” tuturnya.
Ermambo merinci, per 2025, jumlah koperasi terdata di delapan kabupaten mencapai 1.220 unit. Rinciannya : Deiyai, 67 koperasi, Dogiyai, 80 koperasi, Intan Jaya 97 koperasi, Mimika 53 koperasi, Nabire 87 koperasi Paniai: 169 koperasi, Puncak 206 koperasi, serta Puncak Jaya 331 koperasi. Data ini mencakup koperasi aktif maupun belum diverifikasi.
Dinas telah menginstruksikan bidang terkait untuk berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kabupaten guna memverifikasi ulang.
“Surat resmi akan dikirim ke delapan kabupaten untuk menginput dan mengirimkan data terkini, termasuk status koperasi Merah Putih yang sebagian masih dalam proses pemindahan nama,” ungkapnya.
Lanjutnya, Diskopindag Papua Tengah, memastikan pengawasan ketat melalui verifikasi lapangan bersama kabupaten. Program unggulan termasuk suntikan modal dan pendampingan pada 2026. Dinas berencana mendirikan koperasi Merah Putih di 8 Kabupaten, memverifikasi data valid serta mengalihkan nama dari koperasi yang sudah ada menjadi Koperasi Merah Putih.
“Ini dilakukan sejalan dengan program nasional Presiden dan gubernur yang menjadikan koperasi sebagai perusahaan utama bagi masyarakat adat Papua (OAP). [*]

















