Nabire, Kalawaibumiofi.com | Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menjadi perhatian luas bagi pecinta sepak bola di seluruh dunia. Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Wirakarya Indonesia Membangun (USWIM) Nabire, Kristoforus Bauk, menilai ajang ini memiliki keunikan tersendiri karena untuk pertama kalinya Piala Dunia diselenggarakan secara bersamaan di tiga negara.
Pernyataan itu disampaikan Kristoforus Bauk saat diwawancarai di lingkungan Kampus USWIM Nabire, Jalan Martha Tiahahu, Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire. Jumat (19/6/2026)
Menurutnya, Piala Dunia bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga momen hiburan yang dibutuhkan masyarakat di tengah berbagai tantangan dan persoalan yang dihadapi sehari-hari.
“Ini adalah hajatan besar, pesta sepak bola dunia yang sangat dinanti. Sebagai pecinta dan penikmat olahraga ini, tentu kami merasa senang karena Piala Dunia kali ini menghadirkan nuansa yang cukup berbeda dibanding edisi sebelumnya,” ujarnya.
Mengenai peluang tim yang berpotensi menjadi juara, Kristoforus Bauk menilai sejumlah negara memiliki kekuatan yang seimbang. Argentina sebagai juara bertahan menjadi salah satu tim yang paling diperhitungkan. Sebagian besar pemain yang membawa Argentina meraih gelar di Piala Dunia Qatar 2022 masih memperkuat skuad, antara lain Lionel Messi, Enzo Fernandez, Lautaro Martinez, dan Cristian Romero.
Selain Argentina, Prancis juga menjadi kandidat kuat dengan dukungan pemain berkualitas seperti Kylian Mbappé dan sejumlah bintang lainnya. Spanyol pun dinilai memiliki peluang besar berkat komposisi pemain muda yang berbakat dan terus berkembang.
Sementara itu, tim yang disebut sebagai “kuda hitam” pada edisi kali ini antara lain Portugal, Brasil, dan Jepang. Brasil tetap menjadi tim yang dihormati karena catatan sejarahnya yang gemilang, meski menurutnya gaya permainan khas “Jogo Bonito” yang menjadi ciri khas tim tersebut mulai terlihat menurun dalam beberapa turnamen terakhir.
“Sejak kecil saya mendukung Brasil. Meskipun penampilannya saat ini terasa kurang maksimal, bukan berarti mereka tidak bisa meraih gelar juara. Jika mampu memaksimalkan potensi pemain seperti Vinicius Junior, Raphinha, dan rekan-rekannya, peluang untuk menang tetap terbuka lebar,” katanya.
Menanggapi sorotan publik terkait insiden yang melibatkan Lionel Messi dan dianggap sebagai pelanggaran keras dalam pertandingan sebelumnya, ia menegaskan bahwa keputusan akhir terkait jalannya pertandingan sepenuhnya berada di tangan wasit dan tim penyelenggara.
Berbagai pendapat atau asumsi yang berkembang di masyarakat, menurutnya, adalah hal yang wajar dan menjadi bagian dari dinamika dunia sepak bola. Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan Piala Dunia 2026 dapat berjalan secara profesional, adil, dan transparan.
Di tengah tingginya antusiasme warga Kabupaten Nabire menyambut ajang ini, Kristoforus Bauk juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia mengajak warga, terutama generasi muda, yang ingin menyaksikan pertandingan di luar rumah untuk tetap mengutamakan keselamatan. Bagi yang menonton bersama teman atau pasangan, disarankan memilih tempat yang aman dan tertib. Sedangkan bagi keluarga, menonton dari rumah tetap menjadi pilihan terbaik.
Ia juga mengingatkan agar pendukung tim yang melakukan pawai atau perayaan kemenangan tetap berhati-hati, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm saat berkendara, serta tidak terbawa euforia secara berlebihan hingga mengabaikan keselamatan diri dan orang lain.
“Silakan menikmati dan merayakan Piala Dunia, tetapi tetap jaga sikap dan keselamatan. Keamanan dan ketertiban harus tetap menjadi prioritas utama kita bersama,” pesannya. [*]


















