
Nabire, Kalawaibumiofi |Pemerintah Provinsi Papua Tengah resmi memulai tahapan perencanaan pembangunan tahun 2027 melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Forum Perangkat Daerah. Acara ini digelar di Gedung LPP RRI Nabire, Selasa (7/4/2026).
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda), dr. Silwanus Soemoele, Sp.OG(K), MH, yang mewakili Gubernur Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Gubernur yang dibacakan oleh Pj Sekda, pertama-tama menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Paskah kepada seluruh umat Kristiani.
“Selamat Hari Raya Paskah. Kiranya semangat kebangkitan membawa harapan baru, kedamaian, dan memperkuat semangat kita dalam membangun Papua Tengah yang lebih baik,” ujarnya.
Fokus pada Potensi Wilayah
FGD ini mengusung tema “Penguatan Ekonomi Lokal dan Daya Saing Daerah Berbasis Potensi Wilayah”. Tema ini dipilih sebagai arah strategis agar pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Gubernur menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan momen penting untuk memastikan perencanaan dilakukan secara terpadu dan terukur.
“Pembangunan ke depan harus berbasis pada potensi unggulan wilayah, sumber daya alam, dan kearifan lokal. Kita harus mampu menggerakkan ekonomi lokal sehingga manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, serta meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional,” tegasnya.
Diakui bahwa masih terdapat sejumlah tantangan berat yang dihadapi, mulai dari keterbatasan infrastruktur, kesenjangan pembangunan antar wilayah, hingga kapasitas fiskal daerah. Namun, peluang besar terbuka lebar berkat kekayaan alam dan semangat masyarakat yang tinggi.Oleh karena itu, Gubernur memberikan lima arahan penting kepada seluruh perangkat daerah:
1. Berorientasi Hasil: Program kerja harus fokus pada outcome atau manfaat nyata, bukan hanya sekadar penyerapan anggaran.
2. Berdasarkan Data: Perencanaan harus akurat dan berbasis data agar kebijakan tepat sasaran.
3. Sinkronisasi Program: Memperkuat koordinasi antara provinsi dan kabupaten/kota agar tidak terjadi tumpang tindih.
4. Inovasi: Mendorong kreativitas untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
5. Dampak Langsung: Setiap kebijakan harus mampu meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat.
“Melalui forum ini, kami harap lahir rumusan program yang selaras dengan prioritas daerah dan menjawab kebutuhan riil masyarakat. Mari kita bangun Papua Tengah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkas Gubernur. [*]















