Moanemani, Kalawaibumiofi.com | Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, S.H., menegaskan bahwa seluruh upaya pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Dogiyai maupun Pemerintah Provinsi Papua Tengah di daerah ini ditujukan agar masyarakat asli Dogiyai sendiri yang menikmati hasilnya. Pernyataan itu disampaikannya saat tatap muka dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga di Aula KINGMI Digikotu, Moanemani, Senin (7/9/2026).
“Bupati Dogiyai sudah melakukan beberapa pembangunannya dan kita akan bangun untuk dinikmati orang Dogiyai. Kita akan buat beberapa hal, saya sudah bicara dengan Bupati nanti mereka akan siapkan dokumen-dokumennya dan dikasih ke saya dan tahun depan akan kita bangun. Saya datang ke sini, itu juga atas petunjuk pak bupati. Jadi kita sama-sama berjalan bagaimana membangun,” kata Gubernur Nawipa.
Anak Negeri Harus Memimpin, Jangan Sampai Orang Lain yang Menikmati
Gubernur menegaskan bahwa sebagai anak negeri, para pemimpin mulai dari provinsi hingga kabupaten wajib bersama-sama membangun daerah. Namun dukungan masyarakat tetap menjadi kunci utama. Ia mengajak seluruh warga mendukung Bupati, Wakil Bupati, serta Gubernur dan Wakil Gubernur, karena kesempatan membangun delapan kabupaten di Papua Tengah adalah anugerah Tuhan.
“Provinsi ini hanya delapan kabupaten saja. Waktu masih 29 kabupaten/kota [sebelum Provinsi Papua dimekarkan], walaupun masyarakat Dogiyai berikan suara banyak-banyak kepada calon gubernur dan menjadi gubernur di Jayapura, tidak ada orang Dogiyai pernah jadi kepala dinas di Provinsi Papua waktu itu. Akan tetapi setelah Provinsi Papua Tengah terbentuk, kini ada generasi asal Dogiyai yang menjabat kepala dinas di Pemprov Papua Tengah, sebab provinsi itu kini berada di daerah mereka. Namun, momentum ini apabila tidak dimanfaatkan dengan baik, tidak didukung secara baik, masyarakat pemilik negeri tidak dapat menikmati hasil pembangunan dengan baik. Nanti orang lain yang datang menikmati,” ujarnya.
Saat ini sudah ada tiga orang asal Dogiyai yang menjabat Kepala Dinas dan 47 orang menduduki posisi Eselon III dan IV di Pemprov Papua Tengah. Pada Januari 2027, Kepala Dinas Pendidikan juga akan dijabat orang asli Dogiyai, sehingga menjadi empat Kepala Dinas asal Dogiyai.
“Bagi-bagi jabatan ini adalah budaya orang Mee, karena Provinsi Papua Tengah ini adalah milik kita semua. Jadi bagaimana kita bicara dari hati ke hati untuk bersatu membangun negeri ini. Kita pasti bisa. Tinggal bagaimana kita menjaga stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan pembangunan,” tambahnya.
Pendidikan, Lapangan Kerja & Rumah Layak — Komitmen Konkret Pemprov
Gubernur juga memaparkan berbagai rencana konkret ke depan. Di bidang pendidikan, pihaknya akan memperkuat program MAPEGA, merekrut guru honorer SD dan SLB menjadi tenaga pengajar dalam program tersebut, serta menambah sarjana pendidikan tahun depan. Pembangunan SMP dan SMA di Dogiyai juga menjadi perhatian, namun tetap menghormati kewenangan Bupati.
“Kita juga akan fokus bagaimana menangani salah satu sekolah, SMP, SMA di Kabupaten Dogiyai dan itu juga tergantung pak bupati karena saya tidak bisa melangkahi kewenangan bupati,” katanya.
Bagi pemuda pengangguran, Pemprov menyiapkan 34 unit sepeda motor untuk pengojek dan akan ditambah tahun depan. Bantuan bahan bangunan berupa seng, paku, dan lainnya juga akan dibagikan kepada warga yang memiliki KTP dan KK, agar masyarakat bisa memiliki rumah layak huni.
“Tahun ini kita akan bantu bupati bahan bangunan berupa seng, paku dan lain-lain. Kita bagi ke masyarakat yang penting ada KTP dan KK. Seluruh Papua Tengah kita akan bagi bahan bangunan, agar masyarakat bisa punya rumah layak dan menikmati hidup di negeri sendiri,” ujarnya.
Koperasi Kopi Moanemani, Kunci Ekonomi Kreatif
Gubernur juga memperkenalkan gagasan baru untuk mengangkat potensi unggulan daerah.
“Kita akan dibentuk koperasi untuk menampung kopi Moanamani hasil petani Dogiyai. Kita bangun sistem yang baik. Petani kerja jual ke koperasi, koperasi jual, petani dapat uang dan koperasi dapat uang. Ini cara-cara ke depan. Kita harus kreatif berinovasi dalam membangun daerah ini,” jelasnya.
Lihat Kelebihan Pemimpin, Bangun Bersama
Di akhir pernyataannya, Gubernur mengajak masyarakat untuk selalu berpikir positif dan melihat kelebihan para pemimpin, bukan hanya kekurangannya.
“Pemimpin itu manusia yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Kalau kita hanya melihat kekurangannya, walaupun dia punya kelebihan tetap akan dianggap salah. Tetapi kalau kita melihat dari kelebihan dia dan kita selalu berpikir positif melihat kelebihannya, kita bisa membangun negeri ini dengan baik ke depan,” pungkas Gubernur Nawipa. [*]











