Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemprov Papua Tengah

Gubernur Meki Nawipa: MRP Wajib Jalankan Fungsi Pengawasan Otsus Secara Maksimal

4
×

Gubernur Meki Nawipa: MRP Wajib Jalankan Fungsi Pengawasan Otsus Secara Maksimal

Sebarkan artikel ini
Gubernur Meki Nawipa dalam sambutannya saat membuka Musrenbang Otsus dan Musrenbang RKPD Tahun 2027 Provinsi Papua Tengah di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Senin (28/04/2026) - Kalawai/Dok. Humas Pemprov Papua Tengah
Example 468x60

Nabire, Kalawaibumiofi.com |  Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH.,  menegaskan komitmen penting bagi seluruh pemangku kepentingan daerah, khususnya Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, untuk menjalankan tugas dan fungsi secara penuh dalam mengawal implementasi Otonomi Khusus (Otsus).

Penegasan ini disampaikan Gubernur salam sambutan pembukaan forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otsus dan RKPD Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur, Selasa (28/4/2026). Ia menekankan bahwa tanggung jawab yang diemban harus dijalankan dengan profesional.

Example 300x600

“Kita tidak boleh makan gaji tanpa kerja. Dalam Otsus, MRP harus hadir dan mengawal. Ini tanggung jawab moral dan publik, yang harus dijalankan secara konsisten, jujur, dan penuh komitmen,” tegas Nawipa.

Gubernur menyoroti bahwa MRP memiliki mandat strategis untuk memastikan keberhasilan pembangunan daerah. Kehadiran dan pengawasan yang ketat dinilai mutlak diperlukan agar setiap program dan anggaran yang digelontorkan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

“MRP tidak boleh terlepas dari fungsi pengawasan. Harus menjalankan perannya secara maksimal demi menjaga integritas, efektivitas, dan keberhasilan pembangunan daerah berkelanjutan,” ujarnya.

Nawipa juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat telah memberikan perhatian besar melalui berbagai program dan alokasi dana Otsus. Oleh karena itu, respon dan tanggung jawab dari lembaga daerah harus setara dan terukur.

Teguran keras ini disampaikan menyusul ketidakhadiran kebanyakan anggota MRP dalam forum strategis tersebut. Ia menilai, hal ini sebagai bentuk kelalaian serius dan menyoroti pentingnya fokus pada tugas utama, ketimbang hanya aktif di media sosial namun meninggalkan kewajiban yang merusak citra lembaga dan kepercayaan publik.

“Papua memberi kontribusi besar bagi negara, karena itu kita harus jadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton. Semua pihak harus bekerja maksimal demi masa depan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. [*]

Example 300250
Example 120x600
error: Content is protected !!