Moanemani, Kalawaibumiofi.com | Kunjungan kerja Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, ke Kabupaten Dogiyai ditandai dengan langkah bersejarah di bidang pendidikan. Gubernur melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung dan asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi sekaligus meresmikan Sekolah Teologia Atas (STA) Bomomani di kawasan Omakapau, Distrik Mapia, Kabupaten Dogiyai, Senin (7/9/2026).
Kegiatan ini dihadiri Bupati Dogiyai Yudas Tebai, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Kehadiran Gubernur di Omakapau bukan sekedar seremonial — pembangunan fasilitas pendidikan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat akses pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda Dogiyai menghadapi masa depan.
“Pendidikan adalah salah satu kunci untuk menyiapkan generasi muda agar ke depan mereka mampu menjadi pelaku pembangunan di daerahnya sendiri,” tegas Gubernur Meki Nawipa di hadapan masyarakat.
Gubernur Nawipa menegaskan, pembangunan pendidikan harus menjadi investasi jangka panjang bagi Papua Tengah. Pemerintah Provinsi akan terus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten maupun lembaga pendidikan, sehingga fasilitas yang tersedia diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga pengajar dan mutu pembelajaran.
“Pembangunan fasilitas pendidikan tidak boleh berhenti pada fisik semata. Kita juga harus memastikan keberlanjutan proses belajar mengajar, ketersediaan tenaga pendidik, dan pengembangan kualitas peserta didik,” tegasnya.
Peletakan batu pertama gedung dan asrama SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi diharapkan menjawab kebutuhan pendidikan sekaligus menyediakan tempat tinggal yang layak bagi siswa. Sementara peresmian STA Bomomani memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter.
Gubernur mengumumkan langkah konkret ke depan: mulai tahun depan, sinergi program MAPEGA dengan sekolah menengah akan diperkuat melalui penempatan tenaga pengajar yang berkualitas. Pemprov Papua Tengah juga berkomitmen menyediakan 34 formasi tenaga kerja bagi pemuda lokal serta melanjutkan pembangunan sejumlah fasilitas pendidikan lainnya di Kabupaten Dogiyai.
“Mulai tahun depan, kita perkuat program MAPEGA dan penempatan guru yang berkualitas. Kita juga buka 34 formasi untuk pemuda Dogiyai agar mereka bisa berkontribusi membangun daerahnya sendiri,” ungkapnya.
Gubernur Nawipa berharap, pembangunan di Omakapau memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat Mapia dan Kabupaten Dogiyai secara keseluruhan. Ia mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga serta mendukung keberlangsungan fasilitas pendidikan yang telah dibangun.
“Pembangunan sekolah hanyalah langkah awal. Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh bagaimana kita semua bersama-sama memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan belajar yang baik. Mari kita jaga fasilitas ini, tanpa palang, tanpa pungutan — agar pendidikan menjadi milik semua anak Papua Tengah,” pesannya.
Kunjungan kerja ini memperlihatkan perhatian nyata Pemerintah Provinsi Papua Tengah terhadap penguatan sektor pendidikan di daerah, terutama dalam menyediakan sarana dan prasarana yang menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Dogiyai. [*]










